BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Sebagian Besar Indonesia hingga 11 Maret 2025
Ilustrasi cuaca hujan-Pixabay-
Di sisi lain, analisis labilitas lokal mengindikasikan potensi signifikan untuk perkembangan awan konvektif di berbagai daerah , termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, serta hampir seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Labilitas atmosfer ini berperan dalam mendukung proses pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga sore atau malam hari.
"Dengan meningkatnya aktivitas atmosfer ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, angin kencang, hingga kemungkinan banjir di daerah rawan. Pemantauan cuaca secara berkala sangat penting untuk mengantisipasi dampak dari dinamika atmosfer yang terus berkembang,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaa BMKG Ida Pramuwardani mengingatkan agar masyarakat melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan di antaranya seperti berikut.
- Menjaga kebersihan dan saluran air untuk mencegah banjir,.
- Menyiapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan darurat seperti senter, baterai, obat-obatan, dokumen penting.
- Memahami kondisi lingkungan dan membuat rencana evakuasi keluarga atau komunitas serta menetapkan titik kumpul yang aman.
- Secara rutin memantau informasi cuaca dari BMKG dan juga mengikuti arahan pemerintah daerah setempat apabila terdapat informasi evakuasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: