Beli LPG 3 KG, Warung dan UMKM Wajib Punya Surat Izin Usaha
Pengecer Gas LPG 3 Kg wajib punya izin usaha-cahyono-radarpena.co.id grup disway
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pengecer dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) wajib memiliki surat izin usaha jika hendak membeli gas LPG 3 Kg ke pangkalan.
Hal tersebut diberlakukan oleh pangkalan gas LPG 3 Kg yang berlokasi di Jalan Kerja Bhakti Nomor 16, Kelurahan Kramat Jati, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sementara untuk kebutuhan rumah tangga, pembeli LPG 3 Kg hanya diwajibkan membawa KTP untuk pendataan.
"Kalau untuk usaha mikro ada beda lagi nih usaha mikro kayak jualan Soto mi atau bakso itu ada suratnya lagi. Iya itu surat NIB, surat izin berusaha," kata pemilik Pangkalan LPG 3 Kg di Kramat Jati, Toto (34) pada Jumat, 7 Februari 2025.
Toto mengatakan, untuk pengecer atau warung kelontong hanya dibolehkan membeli maksimal 10 tabung gas LPG 3 Kg.
Sementara, untuk pelaku UMKM hanyak dibolehkan membeli 1 tabung gas melon untuk 1 KTP atau Nomor Izin Berusaha (NIB).
BACA JUGA:Dipanggil Prabowo Subianto Soal Kisruh Gas LPG 3 KG, Bahlil: Saya Cuma Mendampingi Bapak Presiden
Untuk harga per tabung gas melon, Toto mematok tarif Rp16 ribu bagi semua pembeli, mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kalau HET-nya jual harga Rp16 ribu. Pokoknya orang beli saya layanin Rp16 ribu gitu," ucap Toto yang sudah 10 tahun menekuni usaha pangkalan gas LPG 3 Kg.
Toto menjelaskan, di pangkalan miliknya sempat terjadi antrean pada hari Senin-Selasa tanggal 3-4 Februari 2025.
Antrean terjadi setelah pemerintah melarang eceran atau warung kelontong menjual gas LPG 3 Kg.
Akibatnya warga dari luar Kramat Jati datang ke pangkalan miliknya, karena terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kg di wilayah tempat tinggalnya.
Namun kata Toto, antrean pembeli di pangkalan miliknya tidak sampai mengular seperti yang terjadi di wilayah lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: