El Nino Berstatus Netral, BMKG Ingatkan Waspada Iklim La Nina Segera Muncul di Indonesia
Ilustrasi BMKG yang melaporkan bahwa iklim El Nino sudah berstatus netral dan kini La Nina akan segera datang--Freepik
- Adanya pendinginan signifikan di bawah permukaan Samudera Pasifik khatulistiwa bagian barat atau tengah.
Faktor lain yang mendukung potensi terjadinya La Nina adalah hasil survei dari sebagian besar model iklim, yang menunjukkan adanya pendinginan yang berkelanjutan hingga 0,8 derajat Celsius di bawah rata-rata di wilayah Nino 3 atau Nino 3.4 di Samudera Pasifik pada akhir musim dingin atau awal musim semi.
BACA JUGA:
- BMKG:'Kemarau Panjang di Depan Mata, Butuh Solusi Cepat Hindari Krisis Pangan!
- Waspada! Indonesia Mamasuki Musim Kemarau 2024, BMKG Ingatkan Potensi Bencana
Ancaman La Nina
International Research Institute for Climate and Society (IRI), La Nina sangat mungkin terjadi pada rentang waktu Agustus–Oktober 2024 hingga Desember–Februari 2025.
Kemudian pada periode Mei-Juni-Juli, peluang terjadinya La Nina sebesar 7 persen, sementara ENSO netral mencapai 83 persen dan El Nino hanya 10 persen.
Pada Oktober-November-Desember, probabilitas La Nina naik menjadi 69 persen, dengan ENSO netral sebesar 26 persen dan El Nino sebesar 5 persen.
BMKG memperingatkan bahwa La Nina mampu menciptakan kondisi yang lebih basah dibandingkan pada hari atau kondisi normal.
Maka dari itu jangan kaget jika La Nina mampu meningkatkan risiko hujan ekstrem yang lebih tinggi sehingga menimbulkan beberapa dampak negatif.
Hal ini akan berdampak pada para petani, pasalnya bisa merusak atau merugikan lahan pertanian, ditambah hama dan penyakit juga berisiko muncul pada tanaman.
La Nina selalu dianggap mengikuti setiap kemunculan El Nino, fenomena iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut meningkat. Hal ini menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panas dan berkepanjangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: