Waspada! Ilmuwan Ungkap Fenomena Badai Matahari dapat Terjadi Lebih Cepat 26 Bulan dari Prediksi Awal, Seperti Apa Dampaknya?
Kemungkinan yang muncul adalah kita sebagai penduduk bumi bakal menduga akan terjadi gelombang-gelombang panas yang menerpa bumi.
Gelombang panas tersebut sudah tentu tidak kita inginkan karena akan membahayakan keselamatan jiwa kita. Semua kejadian tersebut bisa iya tapi juga bisa tidak. Sudah tentu semuanya itu kita pasrahkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih.
BACA JUGA:
- Prakiraan Fenomena El Nino di Indonesia 2024, Berlangsung Lebih Lama dari Prediksi Awal, Ini Penyebabnya
- Info Bansos BLT El Nino, Serta Cara Cek Daftar Penerima
Namun saja sebagai sebuah fenomena dan informasi yang ilmiah kita patut waspada dan perlu juga memperdulikan lingkungan disekitar kita
Menurut ahli dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Indonesia seperti dikutip dari CNN Indonesia, Dani Tiar menjelaskan Indonesia terletak di garis khatulistiwa. Indonesia tidak berdampak pada fenomena Badai Matahari tersebut.
Alasannya kata Dani Tiar masih dari CNN Indonesia , karena seluruh partikel energi tinggi dari Matahari dibelokkan ke arah Kutub.
Bahkan kata Tiar sapaan akrabnya kita patut bersyukur karena Indonesia terletak di Khatulistiwa dimana seluruh partikel energi tinggi dari Matahari tersebut saat terjadi flare dibelokkan ke arah kutub sehingga relatif tidak terdampak
Garis Khatulistiwa adalah garis equator yang merupakan garis imajiner dan digambar ditengah-tengah planet diantara dua kutub.
Sementara kutub bumi ada dua yakni kutub utara dan kutub selatan. Jarak wilayah Indonesia ke dua kutub tersebut cukup jauh lebih dari puluhan ribu kilometer.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: