Penampakan Angsa Putih di Makam Sentot Alibasyah, Panglima Pangeran Diponogoro yang dibuang Ke Bengkulu

Penampakan  Angsa Putih di Makam Sentot Alibasyah, Panglima Pangeran Diponogoro yang dibuang Ke Bengkulu

RADARPENA.CO.ID-KOta Bengkulu di Provinsi Bengkulu memiliki jejak peninggalan masa perjuangan

Peninggalan itu adalah Makam Pangeran Sentot Alibasyah yang berasal dari Tanah Jawa 

Beliau merupakan salah satu Panglima Perang dari Pangeran Diponogoro yang di Buang Ke Bengkulu.

Perang  Pangeran Diponogoro melawan Belanda terjadi dikisaran antara tahun 1825-1830 Masehi,

waktu itu Kompeni Belanda cukup kewalahan dalam menghalau Pasukan Pangeran Diponogoro yang mendiami Tanah Jawa. 

Kewalahan Belanda dibuktikan saat mereka meminta tambahan pasukan dari perang Paderi di Sumatera Barat 

Walau sudah menambah kekuatan tentara, Belanda butuh waktu lama untuk  menaklukkan pasukan Diponogoro

Akhirnya Belanda menjalani Muslihat dengan satu per satu menjauhi orang-orang kepercayaan

Pangeran Diponogoro,Salah seorang yang dibuang dan meninggal di Bengkulu itu adalah Pangeran

Sentot Alibasyah yang makamnya terletak di Kelurahan Bajak Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu.

Strategi memisahkan Pangeran Diponogoro dari Panglima-panglima kepercayaannya cukup berhasil

dalam melemahkan perlawanan Pangeran Diponogoro,sampai akhirnya beliau ditangkap dan dibuang ke Makasar

Menurut cerita rakyat beredar Pangeran Sentot Alibasyah dimakamkan bersamaan dengan Kuda kesayangannya.

Saat di Bengkulu (1833) Pangeran Sentot Alibasyah selain terus berjuang melawan Belanda dari Tanah Bengkulu

beliau juga berdakwah menyebarkan agama Islam karena sejarah Panglima Sentot Alibasyah juga seorang ulama. 

Jauh setelah, Panglima Sentot Alibasyah meninggal dunia (1855), ternyata diera masa tahun 80-an.

Atau bahkan jauh sebelum era itu menyeruak kisah mistis di

komplek Pemakaman Panglima Sentot Alibasyah yang terkenal Sakti ini.

Masyarakat disekitar makam, saat malam tiba sering melihat jelmaan seekor angsa putih yang seolah-

olah menjaga  komplek makam tersebut. Angsa putih yang kerap  dilihat masyarakat kemunculannya

setelah malam hari atau selepas waktu salat isya dilaksanakan di masjid-masjid atau di Mushola.

Masyarakat yang terpaksa melintas, biasanya kerap mempercepat langkahnya untuk  bisa keluar dari kompleks makam.

Penampakan Angsa putih  bersinar terang  dari Kompleks makam Sentot Alibasyah, menurut cerita masyarakat sekitar

sering terjadi saat malam hari terjadi gerimis alias hujan tipis yang menyertai malam.

Waktu penampakan biasanya sekitar pukul 21.00 WIB, dengan didahului suara atau bebauan tertentu yang menambah kesan seram 

Suasana mistis dan terkesan menyeramkan saat era 80-an wilayah makam masih memiliki penerangan seadanya 

Kompleks Makam Sentot ini, kadang-kadang sering dijadikan tempat orang untuk  bertapa atau dalam

Bahasa Bengkulu, ''Betarak" untuk mendapatkan keberuntungan  (**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: