Legenda Batu Menangis: Kisah Gadis Cantik Durhaka Yang Berasal Dari Kalimantan Barat
Legenda Batu Menangis - Indonesia memiliki beragam cerita rakyat dari setiap daerah, salah satunya yakni cerita rakyat populer yang banyak memiliki pesan moral adalah Batu Menangis yang berasal dari Kalimantan Barat.
Batu Menangis sendiri menceritakan tentang seorang janda dan anak perempuannya yang sangat cantik tetapi memiliki sifat buruk. Di setiap cerita rakyat tersebut, selalu ada nilai atau pesan moral yang bisa diambil sebagai pelajaran kehidupan.
Maka tidak heran jika cerita rakyat Indonesia juga kerap dijadikan cerita sebelum tidur untuk anak. Penasaran seperti apa ulasan cerita Batu Menangis dari Kalimantan Barat? Simak ulasan selengkapnya tentang cerita rakyat Batu Menangis di bawah ini!
Legenda Batu Menangis
BACA JUGA:
- Enam Lokasi Wisata Keluarga Cibubur, Ada di DKI Jakarta Ada Masuk Jawa Barat, ''Yuk dipilih
- Bahaya Virus Nipah! Inilah Pencegahan Yang Perlu Kita Antisipasi
Pada zaman dahulu kala di waktu yang sangat lampau, di dataran tinggi provinsi Kalimantan Barat terdapat sebuah bukit yang terletak jauh dari pemukiman penduduk dengan banyak penghuni, disana hiduplah seorang perempuan janda dengan kehidupan yang miskin. Dalam hidupnya, perempuan tersebut ditemani dengan kehadiran putri semata wayangnya yang sangat dia sayangi bernama Darmi.
Semenjak ditinggal pergi oleh sang ayah, kehidupan ibu dan putrinya, Darmi begitu sulit karena ayahnya meninggalkan mereka berdua tanpa adanya warisan sedikitpun. Namun, ibu tersebut, mampu merawat Darmi dengan sangat baik, ibu itu bekerja di sawah dan juga di ladang milik orang lain, menjadi buruh untuk mencari kebutuhan hidup.
Walau jauh dari pemukiman penduduk, ibu dan anak ini cukup terkenal di kalangan orang-orang desa sekitarnya. Pasalnya, si anak perempuan ini memiliki paras yang amat cantik. Rambutnya yang panjang terurai sampai mata kaki. Kulitnya halus, dan bentuk tubuhnya pun menawan. Sayangnya, ia sangatlah pemalas. Ia terlalu bangga akan kecantikannya.
Alih-alih mengurus rumah, ia hanya mau bersolek. Ditambah lagi, sifatnya pun amat buruk. Di sisi lain, ibunya sangat rajin dan seorang pekerja keras. Ia tak letih untuk banting tulang demi anaknya. Dia tidak pernah peduli dengan bagaimana situasi dan kondisi ibunya. Padahal ibunya selalu berusaha untuk memenuhi segala keinginan anaknya, walaupun dalam kondisi yang sulit. Setiap hari ibunya kesulitan hanya untuk mencari sesuap nasi.
Ibu seringkali mengajak Darmi untuk membantunya bekerja di sawah ataupun di ladang, tetapi Darmi selalu menolak ajakan dari ibunya.
“Anakku, bagaimana jika kamu membantu ibu di sawah? ibu butuh bantuan,” ajak sang ibu.
“Tidak mungkin aku bekerja di ladang, ibu tahu di ladang itu kotor dan juga sangat menjijikan, nanti kuku aku yang cantik ini bisa jadi tidak cantik lagi hanya karena lumpur,” jawab Darmi yang selalu diucapkan setiap kali ibunya meminta bantuan kepadanya
BACA JUGA:
- Fenomena Kemunculan Makam Kuno di Waduk Gajah Mungkur, Jejak Pemukiman Desa Betai
- Mengulik Sejarah Gunung Padang Piramida, Yang Masih Menjadi Legenda Misteri Di Kalangan Masyarakat
“Apa kamu tidak mau membantu atau sekadar kasihan pada ibu?” tanya ibunya lagi.
“Pekerjaan di ladang itu hanya cocok untuk ibu, aku tidak bisa bekerja di tempat kotor seperti itu. Ibu sudah keriput dan jelek, tidak ada yang bisa diperbaiki dari penampilan ibu dan juga sudah tidak ada yang mau terhadap ibu, jadi tidak perlu ibu mengeluh atas pekerjaan di ladang yang memang hanya cocok untuk ibu!” teriak Darmi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: