Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara, 16 Ribu Rumah Lebih Terendam Air!
Banjir bandang Musi Rawas Utara rendam 16.156 rumah.--
radarpena.co.id - Bencana banjir bandang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sejak Kamis, 7 Mei 2026 dini hari.
Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan air yang merendam ribuan rumah warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat setempat.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus bersiaga di lapangan untuk menangani dampak kerusakan yang cukup masif.
Puluhan Ribu Jiwa Terdampak Luapan Air
Sekretaris BPBD Muratara, Mathir, mengonfirmasi bahwa banjir ini berdampak langsung pada 16.156 kepala keluarga.
Jika dikalkulasikan, setidaknya ada 64.624 jiwa yang merasakan dampak dari bencana alam ini. Selain merendam pemukiman, arus air yang kuat juga menghanyutkan harta benda milik warga.
Data sementara mencatat kerugian material yang tidak sedikit. Sebanyak empat unit rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit mengalami rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami rusak ringan.
Fasilitas Publik dan Infrastruktur Lumpuh Total
Kerusakan infrastruktur menjadi tantangan berat bagi proses mobilitas warga. Tercatat, empat jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, dan Desa Noman dilaporkan putus total. Selain itu, satu jembatan gantung di Desa Batu Gajah mengalami kerusakan tingkat sedang.
Sektor layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan pun tidak luput dari terjangan banjir bandang:
-
Pendidikan: 17 unit sekolah (mulai dari TK hingga SMA) terendam air.
-
Kesehatan: 5 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 2 unit Polindes terdampak.
-
Sarana Ibadah: 1 mushalla hanyut dan 5 masjid terendam.
Update Kondisi Terkini dan Penanganan Korban
Pemerintah Kabupaten Muratara segera mengambil langkah cepat dengan mengerahkan tim gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol-PP, serta TNI dan Polri.
"Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol-PP, serta personel TNI dan Polri telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan evakuasi korban," ujar Mathir, Sabtu, 9 Mei 2026 siang.
Pemerintah juga sudah mendirikan dapur umum untuk memastikan pasokan logistik warga tetap terpenuhi.
Meskipun banjir di Kecamatan Karang Jaya sudah surut sepenuhnya dan di Kecamatan Rupit mulai turun, warga di Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir diminta tetap waspada karena air masih merendam pemukiman mereka.
Satu Korban Jiwa Dilaporkan Meninggal Dunia
Di balik kerugian material yang besar, bencana ini juga menyisakan duka mendalam. Pusdalops-PB BPBD Muratara melaporkan adanya satu korban jiwa dalam peristiwa ini.
Korban adalah seorang balita perempuan berusia tiga tahun bernama Shanum Aqila Fitri yang meninggal dunia akibat terjangan banjir.
BPBD terus mengimbau agar masyarakat tetap siaga terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara