Serem Banget! Satu Keluarga di Agam Bertemu Harimau Sumatera Ketika Berladang

Serem Banget! Satu Keluarga di Agam Bertemu Harimau Sumatera Ketika Berladang

Harimau sumatra muncul di Agam, BKSDA evakuasi satu keluarga.--

radarpena.co.id - Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bersama aparat dan masyarakat mengevakuasi satu keluarga setelah bertemu harimau sumatra di Kabupaten Agam, Sabtu. Peristiwa ini terjadi di kawasan Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur.

"Kita mengevakuasi pasangan suami istri dan keponakannya dari kebun ke pemukiman dengan jarak sekitar satu kilometer," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumatera Barat Ade Putra di Lubuk Basung, Sabtu, 2 Mei 2026.

Petugas mengevakuasi tiga orang warga, yakni Samsuir (74), Syafmiati (57), serta keponakan mereka Pendi (40). Mereka merupakan warga Taruyan yang saat itu berada di kebun.

Tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Sumbar, Polri, TNI, babinsa, bhabinkamtibmas, Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Salareh Aia, perangkat nagari, hingga masyarakat setempat bergerak cepat untuk membawa korban ke lokasi aman.

Detik-Detik Pertemuan dengan Harimau

Peristiwa bermula saat pasangan suami istri tersebut tiba di kebun pada pagi hari. Tidak lama berselang, Pendi juga datang ke lokasi yang sama.

Mereka kemudian menghadapi situasi menegangkan ketika harimau sumatra muncul di dekat area kebun. Ketiganya segera menyelamatkan diri ke pondok yang tidak jauh dari lokasi.

"Saat kami melakukan evakuasi, mereka masih berada di pondok dan langsung dibawa ke pemukiman," katanya.

Samsuir menjelaskan bahwa ia berangkat ke kebun bersama istrinya sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam perjalanan, mereka menemukan banyak jejak kaki satwa. Menjelang sampai pondok, kejadian mengejutkan terjadi.

"Istri saya menyampaikan menjauh nyiak atau harimau sembari meminta saya untuk segera membuka pintu pondok dan istri saya gemetaran," katanya.

Ia menambahkan bahwa harimau tersebut berada di sekitar kebun selama kurang lebih 15 menit, dengan jarak sekitar 50 meter dari pondok.

Setelah beberapa saat, harimau tersebut menghilang dari lokasi. Samsuir kemudian melaporkan kejadian itu kepada wali jorong setempat.

Namun, situasi sempat kembali menegangkan ketika Pendi melewati kebun tersebut untuk menuju lahannya. Keluarga itu langsung memperingatkan bahwa ada harimau di sekitar lokasi.

BKSDA Lakukan Pemantauan dan Patroli

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BKSDA Sumbar melalui Resor Maninjau langsung melakukan berbagai langkah penanganan. Petugas melakukan pemantauan, identifikasi lapangan, serta patroli di sekitar lokasi selama beberapa hari ke depan.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan warga sekaligus memantau pergerakan satwa liar tersebut.

Selain melakukan penanganan, petugas juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun. Warga diminta tidak pergi sendirian dan disarankan beraktivitas pada pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Imbauan ini penting untuk meminimalkan risiko pertemuan langsung dengan satwa liar, khususnya harimau sumatra yang masih berkeliaran di kawasan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: