Tuntutan Buruh di May Day 2026: Percepatan RUU Ketenagakerjaan Baru hingga Fasilitas Daycare!
Cek poin tuntutan buruh di May Day 2026: Dari RUU Ketenagakerjaan baru hingga daycare di pabrik.--
radarpena.co.id - Peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta tahun ini membawa angin segar bagi dunia ketenagakerjaan. Para pemimpin serikat pekerja secara lugas menyampaikan daftar aspirasi mereka langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya bukan lagi sekadar soal upah, tapi juga kualitas hidup keluarga pekerja.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi sorotan serikat buruh dalam aksi May Day 2026:
Poin-Poin Tuntutan Utama Serikat Buruh
Berdasarkan aspirasi dari KSBSI, KSPI, dan KPBI, ada empat isu krusial yang mendesak untuk segera diselesaikan oleh pemerintah:
-
Percepatan RUU Ketenagakerjaan Baru: Buruh mendesak pemerintah segera mengesahkan UU Ketenagakerjaan baru sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Fokusnya adalah perbaikan aturan kontrak kerja, sistem pengupahan, dan kebijakan outsourcing.
-
Penyediaan Layanan Daycare (Penitipan Anak): Para buruh meminta negara hadir membangun tempat penitipan anak yang layak di kawasan industri dan pemukiman buruh agar anak-anak mereka tumbuh dengan baik saat orang tua bekerja.
-
Akses Perumahan Terintegrasi: Pekerja membutuhkan hunian murah yang lokasinya dekat dengan kawasan industri untuk memangkas biaya transportasi dan meningkatkan efisiensi waktu.
-
Kepatuhan Pengupahan: Perusahaan wajib membayarkan upah sesuai ketentuan yang berlaku tanpa adanya penyimpangan.
Suara Para Pimpinan Buruh
Presiden KSBSI, Ely Rosita Silaban, menekankan betapa pentingnya regulasi yang melindungi status pekerja.
“Mengenai UU Ketenagakerjaan, kami percaya bahwa Bapak (Presiden Prabowo Subianto) melihat kami sebagai kaum yang sangat membutuhkan tentang peraturan kontrak pengupahan dan outsourcing,” ungkapnya.
Di sisi lain, Said Iqbal dari KSPI berharap tahun depan regulasi ini sudah rampung. “Mudah-mudahan di May Day tahun depan, UU Ketenagakerjaan sudah disahkan dan melindungi kaum buruh di seluruh Indonesia,” ujar Iqbal.
Terkait masa depan generasi penerus, Ilhamsyah dari KPBI menegaskan bahwa daycare adalah investasi masa depan.
“Negara harus hadir untuk menciptakan manusia-manusia yang lebih baik ke depan dari balita sehingga anak-anak buruh mendapatkan jaminan,” tuturnya.
Jawaban Presiden Prabowo: Siap Bangun Klaster Rumah dan Daycare
Merespon tuntutan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan kepastian akan mengambil langkah nyata. Terkait hunian, pemerintah saat ini memang sedang menggenjot program pembangunan satu juta rumah.
“Rumah-rumah ini akan sesuai dengan saran saudara akan dibuat di kluster-kluster yang dekat dengan kawasan industri. Dekat dengan tempat bekerja,” kata Presiden.
Tak hanya soal rumah, Presiden juga berjanji akan segera mendorong pengadaan fasilitas penitipan anak atau daycare bagi buruh demi mendukung kesejahteraan dan produktivitas para pekerja di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara