UGM Terapkan Pengawasan Ketat dan Teknologi Canggih untuk Cegah Joki di UTBK SNBT
UGM perketat pengawasan UTBK SNBT 2026 untuk cegah joki dan kecurangan.--
radarpena.co.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmen serius dalam menjaga integritas seleksi mahasiswa baru.
Pada Sabtu, 25 April 2026, jajaran pimpinan universitas turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan proses ujian bersih dari praktik kecurangan maupun joki yang kerap meresahkan publik.
Sistem Pengawasan Berlapis dan Mitigasi Kecurangan
Pemantauan yang bermula dari Balairung UGM ini menyisir berbagai titik lokasi ujian di lingkungan kampus.
Pihak universitas mengecek secara detail mulai dari kesiapan perangkat komputer, sistem pengawasan, hingga kondisi para peserta. Pengawasan ketat sudah dimulai bahkan sebelum peserta menginjakkan kaki di ruang ujian.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan perbaikan konsisten pada sistem pelaksanaan tahun ini.
“Dengan perkembangan teknologi saat ini, potensi kecurangan bisa semakin beragam, sehingga pengawasan kami lakukan lebih ketat sejak sebelum ujian dimulai,” ujarnya, dikutip dari website UGM.
Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan barang bawaan menjadi prioritas untuk memastikan tidak ada alat bantu ilegal yang berada di dekat peserta selama ujian berlangsung.
"Kami melihat pelaksanaan tahun ini semakin baik karena berbagai upaya perbaikan terus dilakukan secara konsisten," imbuhnya.
Data dan Statistik UTBK 2026 di UGM
Pelaksanaan ujian gelombang ini berlangsung pada 21–25 April dan berlanjut pada 27 April 2026. Berikut adalah beberapa data penting terkait pelaksanaan UTBK di UGM:
-
Jumlah Peserta: 15.502 orang.
-
Kapasitas Per Sesi: 1.452 peserta dalam dua sesi per hari.
-
Fasilitas Ujian: 14 lokasi dengan total 44 ruang ujian di berbagai fakultas.
-
Tingkat Kehadiran: Mencapai angka rerata 97,97 persen.
Meluruskan Hoaks Jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru
Di tengah pelaksanaan ujian, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, mengklarifikasi informasi simpang siur mengenai kuota penerimaan. Ia menegaskan bahwa daya tampung jalur SNBT di UGM tetap stabil di angka sekitar 2.800 kursi atau 30 persen dari total kapasitas.
“UGM tidak pernah menaikkan jumlah penerimaan secara drastis seperti yang beredar, angka tersebut tidak benar dan perlu diluruskan,” tegas Wening.
Beliau juga menekankan pentingnya kejujuran sebagai fondasi pendidikan. Menurutnya, tantangan kecurangan yang terorganisasi harus dihadapi dengan komitmen bersama untuk menjunjung integritas.
Kesiapan Sistem Komputer dan Inklusivitas
Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D, menjelaskan bahwa stabilitas jaringan adalah kunci utama. Sistem telah melalui berbagai tahap pengujian dan pembaruan untuk menutup celah kecurangan.
“Kami memastikan sistem yang digunakan lebih aman dan terkendali sehingga dapat mendukung pelaksanaan ujian yang lebih baik,” ujar Gandes.
Menariknya, UGM juga memastikan aksesibilitas bagi peserta disabilitas. Tahun ini, UGM memfasilitasi peserta disabilitas tuli dan fisik dengan dukungan optimal sesuai kebutuhan mereka.
"Kami memastikan setiap peserta mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya agar dapat mengikuti ujian dengan baik," pungkas Gandes.
Dengan pengamanan berlapis dan sistem yang inklusif, UGM berharap proses seleksi nasional ini menghasilkan calon mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: