Hari Kartini 2026: Pedagang Pasar Parakan Gelar Fashion Show Sambil Bawa Dagangan

Hari Kartini 2026: Pedagang Pasar Parakan Gelar Fashion Show Sambil Bawa Dagangan

Pedagang Pasar Legi Parakan rayakan Hari Kartini 2026 dengan peragaan busana unik.--

radarpena.co.id - Para pedagang Pasar Legi Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memeriahkan peringatan Hari Kartini 2026 dengan menggelar peragaan busana.

Pemandangan unik ini mewarnai aktivitas pasar pada Selasa, 21 April 2026 pagi, di mana para perempuan tangguh yang biasanya sibuk melayani pembeli, sejenak berganti peran menjadi peraga busana.

Kepala Pengelolaan Pasar Daerah Wilayah Parakan, Hebi Tatak Purwantoro, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pedagang. Ia sangat kagum karena di tengah kesibukan pasar yang padat, mereka tetap meluangkan waktu untuk menghormati jasa pahlawan nasional.

Usai menggelar upacara resmi, para pedagang langsung beraksi melakukan peragaan busana dengan berbagai gaya sambil tetap membawa barang dagangannya.

"Inilah bentuk nyata emansipasi. Di era digitalisasi dan tantangan global, perempuan tidak lagi hanya menjadi tulang rusuk, tapi banyak yang telah menjadi tulang punggung keluarga," kata Tatak.

Perempuan Jadi Dominasi Utama Penggerak Ekonomi Pasar

Tatak mencatat sebuah fenomena menarik yang terjadi di Pasar Parakan. Berdasarkan data pengelolaan, komposisi pelaku ekonomi di pasar ini ternyata didominasi oleh kaum hawa. Hal ini menunjukkan betapa besarnya peran perempuan dalam menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga maupun daerah.

"Hampir 80 persen pejuang ekonomi di pasar ini adalah perempuan, sedangkan bapak-bapak hanya 20 persen. Ini membuktikan kekuatan perempuan dalam menopang kehidupan," katanya.

Selain merayakan tradisi, Tatak juga mendorong para pedagang untuk melek teknologi. Menurutnya, perjuangan ekonomi masa kini berkaitan erat dengan kemampuan beradaptasi di dunia digital agar jangkauan dagangan bisa lebih luas hingga ke rumah pembeli tanpa harus bertemu langsung.

Makna Filosofis Kebaya dan Emansipasi di Era Digital

Ketua Panitia Hari Kartini Pasar Legi Parakan, Iwan Susanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghormati perjuangan R.A. Kartini dalam menyetarakan hak antara pria dan wanita. Meskipun persiapan dilakukan secara spontan dan sederhana, acara ini sukses memberikan ruang ekspresi bagi para perempuan pasar.

Bagi Iwan, emansipasi saat ini memungkinkan perempuan melakukan banyak hal yang dulunya hanya didominasi laki-laki. Ia menekankan bahwa Kartini masa kini harus lebih berdaya, terutama dalam memanfaatkan kemajuan teknologi.

"Di era globalisasi ini, kita mewujudkan kesetaraan gender melalui emansipasi. Dengan teknologi yang semakin maju, Kartini masa kini harus lebih berdaya, cerdas, dan berpendidikan. Kita harus menggunakan teknologi untuk memberdayakan diri," katanya.

Iwan juga memaparkan filosofi mendalam di balik busana kebaya yang mereka kenakan. Baginya, kebaya bukan sekadar pakaian tradisional biasa, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidaktahuan.

"Kebaya adalah simbol budaya luhur Indonesia yang mengandung nilai sopan santun. Momentum ini menjadi refleksi bagi perempuan untuk terus berkarya dan memanfaatkan peluang digitalisasi tanpa meninggalkan akar budaya bangsa," katanya.

Aksi peragaan busana ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan Kartini tetap hidup di setiap sudut pasar, bertransformasi dalam bentuk kemandirian ekonomi dan ketangguhan mental perempuan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara