Tragedi KRL Bekasi Sisakan Duka Mendalam, Sosok Nur Ainia yang Loyal 11 Tahun di Kompas TV Berpulang
Nur Ainia Eka Rahmadhynna, korban mrninggal kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur--
RIAU, DISWAY.ID — Di balik tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang mengguncang publik, ada kisah pilu yang menyentuh banyak hati. Nur Ainia Eka Rahmadhyna, sosok pekerja yang dikenal loyal, hangat, dan penuh dedikasi di Kompas TV, menjadi salah satu korban yang tak kembali dari perjalanan pulang menuju rumah.
Bagi rekan kerja, Ainia bukan sekadar bagian dari Production Support Department. Ia adalah sahabat, penggerak di balik layar, dan sosok yang mengabdikan hampir 11 tahun hidupnya untuk perjalanan Kompas TV. Kepergiannya dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur meninggalkan luka mendalam.
Kisah Nur Ainia, Loyalitas 11 Tahun yang Berakhir di Perjalanan Pulang
Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroho, menggambarkan Ainia sebagai pribadi yang melekat dalam sejarah pertumbuhan Kompas TV. Hampir separuh usia stasiun televisi itu dilalui bersama almarhumah.
Selama lebih dari satu dekade, Ainia dikenal sebagai pekerja dengan inisiatif tinggi, mudah bergaul, dan memiliki loyalitas yang sulit tergantikan. Bagi banyak rekan, ia bukan hanya profesional yang andal, tetapi juga pribadi yang membawa energi positif di lingkungan kerja.
Menurut Yogi, rekam jejak kinerja almarhumah selama bertahun-tahun selalu mendapat penilaian baik. Itu menjadi bukti dedikasi yang konsisten, sesuatu yang tak semua orang mampu jaga dalam perjalanan panjang karier.
“Kami sangat kehilangan,” ungkap Yogi, menggambarkan duka yang tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga seluruh redaksi.
Berawal dari Kecurigaan Sang Adik di Stasiun
Kisah kehilangan ini bermula dari firasat seorang adik. Ian, adik Ainia, disebut biasa menjemput kakaknya di stasiun. Saat mendengar kabar kecelakaan kereta di jam yang bertepatan dengan kepulangan Ainia, kegelisahan langsung muncul.
Ia segera menghubungi rekan-rekan di kantor. Saat itu diketahui Ainia meninggalkan kantor pukul 19.31 WIB, seperti rutinitas yang biasa ia jalani.
Kabar itu membuat kantor bergerak cepat. Kompas TV langsung membentuk crisis center dan melakukan pencarian ke berbagai rumah sakit bersama pihak kepolisian dan PT KAI.
Hingga pukul 01.00 dini hari, belum ada kabar pasti. Harapan tetap dijaga, meski semua mulai menyiapkan kemungkinan terburuk.
Penantian Panjang Berakhir dengan Kabar Duka
Dalam suasana penuh doa dan kecemasan, secercah harapan terus dipertahankan. Rekan-rekan kerja masih menanti mukjizat.
Namun sekitar pukul 14.00 siang, kepastian pahit datang. Kompas TV menerima konfirmasi bahwa Nur Ainia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di RS Polri.
Penemuan itu mengakhiri pencarian panjang sekaligus mengubah kecemasan menjadi duka yang nyata.
Bagi rekan kerja, itu bukan hanya kehilangan seorang kolega. Itu kehilangan seseorang yang tumbuh bersama mereka, menjalani dinamika ruang redaksi, dan menjadi bagian dari perjalanan panjang institusi.
Tragedi KRL Bekasi Hadirkan Luka Kemanusiaan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: