Bolehkah Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Hukumnya
Puasa--
BACA JUGA:Intip Bocoran Harga dan Spesifikasi Mewah Oppo Find X9s, Benarkah Lebih Murah?
BACA JUGA:Anthony Gordon Selangkah Lagi Merapat ke Bayern Munchen, Arsenal dan Liverpool Gigit Jari?
Hukum Menggabungkan Niat Puasa: Dua Pandangan Ulama
Terkait hukum menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Dzulhijjah, para ahli fikih terbagi ke dalam dua pendapat utama. Perbedaan ini terjadi karena sudut pandang yang berbeda dalam melihat kedudukan ibadah wajib dan ibadah sunnah.
1. Pendapat yang Memperbolehkan (Mendapatkan Dua Pahala)
Sebagian ulama, termasuk dari kalangan madzhab Syafi'i seperti Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dan Imam Ar-Ramli, memperbolehkan penggabungan niat ini. Menurut pandangan ini, seseorang yang berpuasa dengan niat utama membayar utang (qadha) Ramadhan secara otomatis akan mendapatkan pahala puasa sunnah Dzulhijjah atau puasa Arafah, asalkan puasa tersebut bertepatan pada hari-hari mulia tersebut.
Logika fikihnya mirip dengan orang yang masuk ke masjid lalu mendirikan shalat wajib, maka dia otomatis sudah mendapatkan pahala shalat sunnah Tahiyyatul Masjid. Pengendara ibadah cukup melafalkan niat puasa qadha Ramadhan di dalam hatinya pada malam hari, dan secara tidak langsung keberkahan hari Dzulhijjah akan mengikutinya.
2. Pendapat yang Melarang (Harus Dipisah)
Di sisi lain, mayoritas ulama dari madzhab Hanbali, Maliki, dan sebagian Hanafi menilai bahwa umat Muslim tidak boleh menggabungkan dua niat ibadah yang memiliki derajat berbeda dalam satu amalan. Puasa qadha Ramadhan adalah ibadah wajib (maqshudah lidzatiha) yang membutuhkan niat tersendiri yang mandiri dan bulat.
Seseorang tidak boleh mencampuradukkan ibadah wajib dengan ibadah sunnah demi kepraktisan semata. Jika Anda ingin mendapatkan pahala murni dari kedua puasa tersebut, Anda harus menjalankannya pada hari yang berbeda secara terpisah.
Langkah Terbaik Menurut Rekomendasi Ulama
Bagi Anda yang menghadapi dilema ini, para ulama memberikan jalan keluar yang paling aman dan utama. Jika waktu menjelang bulan Dzulhijjah masih lapang dan utang puasa Ramadhan Anda tidak terlalu banyak, sebaiknya Anda mendahulukan puasa qadha terlebih dahulu sebelum memasuki bulan Dzulhijjah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: