Luapan Kali Ciliwung Rendam 38 RT di Jakarta Timur, Ketinggian Air Capai Tiga Meter
Luapan Kali Ciliwung Rendam 38 RT di Jakarta Timur, Ketinggian Air Capai Tiga Meter-Dok Antara-
Radarpena.co.id - Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Jakarta Timur pada Jumat pagi akibat luapan Kali Ciliwung yang dipicu hujan lokal. Air menggenangi puluhan rukun tetangga (RT) dengan ketinggian bervariasi, bahkan di beberapa titik mencapai hingga tiga meter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur mencatat banjir terjadi di 38 RT yang tersebar di dua kecamatan. Kondisi ini diperparah oleh hujan yang turun sejak Kamis 29 Januari malam hingga Jumat pagi, sehingga debit air terus meningkat.
"Banjir merendam 38 RT di dua kecamatan, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga tiga meter lebih. Penyebab banjir di seluruh lokasi adalah luapan Kali Ciliwung yang diperparah hujan lokal," kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur Ali Kojim saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Hingga pukul 06.00 WIB, banjir tercatat meluas ke dua kecamatan, lima kelurahan, dan 13 RW. Sebanyak 581 kepala keluarga (KK) atau 1.830 jiwa dilaporkan terdampak akibat peristiwa tersebut.
Wilayah dengan kondisi paling parah berada di Kecamatan Kramat Jati, khususnya di Kelurahan Cililitan, Cawang, dan Balekambang. Di Kelurahan Cililitan, genangan air merendam kawasan Jalan Musholla Al Hikmah RW 07 RT 06 serta Jalan Seruni RT 004 RW 06 dengan ketinggian air mencapai 200 sentimeter dan bertahan sejak pukul 03.00 hingga 06.00 WIB.
Sementara itu, kondisi terparah terjadi di Kelurahan Cawang. Di kawasan Jalan Taman Harapan RW 03, air mulai naik sejak dini hari dan terus bertambah dari 210 sentimeter pada pukul 01.00 WIB menjadi 350 sentimeter pada pukul 05.00 hingga 06.00 WIB. Luapan serupa juga terjadi di Jalan Raya Kalibata Gang Haji Maliki RW 05 yang terendam hingga 350 sentimeter, serta di Jalan Raya Kalibata RT 010 dan RT 012 RW 05.
Di lokasi lain, air di Jalan Raya Kalibata mulai naik sejak tengah malam dari 20 sentimeter dan meningkat bertahap hingga 150 sentimeter pada pukul 06.00 WIB. Genangan dengan ketinggian serupa juga terjadi di Jalan Tanjung Sanyang RW 08.
Kelurahan Balekambang turut terdampak. Di Jalan Balai Rakyat RT 005 RW 05, ketinggian air bersifat fluktuatif, mulai dari 100 sentimeter pada tengah malam, meningkat menjadi 165 sentimeter pada pukul 05.00 WIB, lalu sedikit surut menjadi 155 sentimeter pada pagi hari.
Selain Kecamatan Kramat Jati, banjir akibat luapan Kali Ciliwung juga meluas ke Kecamatan Jatinegara, tepatnya di Kelurahan Kampung Melayu dan Bidara Cina. Di Kampung Melayu, genangan air terjadi di Jalan Kebon Pala II RW 04 dan RW 05. Di RW 04, air naik dari 90 sentimeter pada dini hari menjadi 150 sentimeter pada pukul 06.00 WIB.
"Sementara di RW 05, air terus naik dan mencapai 185 sentimeter pada pagi hari," ucap Ali.
Genangan juga dilaporkan di Jalan Tanah Rendah RW 07 yang mencakup delapan RT. Di kawasan ini, ketinggian air berkisar antara 60 hingga 70 sentimeter. Sementara di Kelurahan Bidara Cina, banjir merendam Jalan Baiduri Bulan RW 03 dan RW 11, dengan ketinggian air meningkat dari 60 sentimeter pada pukul 01.00 WIB menjadi 170 sentimeter pada pukul 06.00 WIB.
Di Jalan Tanjung Lengkong Gang Macan RW 07, genangan air tercatat naik hingga 200 sentimeter dan bertahan hingga pagi hari. BPBD Jakarta Timur memastikan pemantauan terus dilakukan secara intensif di seluruh wilayah terdampak.
Petugas juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi kenaikan air susulan, mengingat kondisi aliran Kali Ciliwung masih dapat berubah seiring curah hujan di wilayah hulu maupun lokal. Hingga Jumat pagi, sejumlah kawasan di Jakarta Timur masih terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi. *
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: