Jakarta Semai 2,4 Ton Garam di Langit, Cegah Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

Jakarta Semai 2,4 Ton Garam di Langit, Cegah Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

BPBD DKI Jakarta tengah melakukan modifikasi cuaca dengan menebar garam di angkasa-cahyono-radarpena.co.id Disway group

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir di wilayah Ibu Kota.

Pada hari kedua pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), tim gabungan telah menyemai sebanyak 2,4 ton natrium klorida (garam dapur) di langit Jakarta dan sekitarnya.

“Melalui kerja sama antara BPBD, BMKG, dan TNI AU, kami berupaya mengatur distribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah daratan Jakarta,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta, Kamis (6/11).

Menurut Yohan, OMC merupakan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem, seperti banjir dan genangan yang sering melanda Jakarta saat musim hujan.

BACA JUGA:Spesifikasi Huawei Mate 70 Air: Desain Ramping, Baterai 6.500 mAh dan Kamera Super Canggih

Pada hari kedua operasi, penyemaian awan dilakukan menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU. Pesawat tersebut menjalankan tiga misi penerbangan, yaitu:

  • Misi pertama: pukul 09.24–11.38 WIB
  • Misi kedua: pukul 12.39–14.31 WIB
  • Misi ketiga: pukul 15.13–17.12 WIB

“Total bahan semai yang digunakan mencapai 2.400 kilogram natrium klorida (NaCl),” jelas Yohan.

Bahan semai tersebut bersifat higroskopis, artinya mampu menyerap uap air dari udara untuk memicu pembentukan awan hujan di wilayah tertentu, terutama di area yang ditargetkan di luar Jakarta.

BACA JUGA:Youtube Respon Wacana Pemerintah Bakal Sertifikasi Konten Kreator

Hasil observasi lapangan menunjukkan potensi awan cukup tinggi di area Pandeglang dan perairan selatan Pandeglang, di mana tim menemukan awan jenis Cumulus Congestus — awan hujan yang menjadi tahap awal sebelum terbentuknya awan badai Cumulonimbus.

Selain itu, angin pada ketinggian 5.000–10.000 kaki terpantau bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 22–26 knot.

Sementara di wilayah Selat Sunda dan barat Kabupaten Serang, cuaca cenderung cerah, sedangkan di bagian selatan Pandeglang dominan awan yang cocok untuk penyemaian.

Yohan menegaskan bahwa pelaksanaan OMC ini merupakan bagian dari strategi mitigasi Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi risiko banjir akibat curah hujan tinggi.

BACA JUGA:27 Tahun Sinergi Majukan Negeri, Bank Mandiri Wujudkan Komitmen Sosial bagi 60.000 Masyarakat Indonesia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: