Wow! 21 Ribu Orang Lamar Jadi PPSU Jakarta, Padahal Cuma Dibutuhkan 1.000

Wow! 21 Ribu Orang Lamar Jadi PPSU Jakarta, Padahal Cuma Dibutuhkan 1.000

Pelamar PPSU membludak-cahyono-radarpena.co.id Disway group

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Lowongan kerja sebagai Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) di Jakarta tahun ini benar-benar diserbu warga.

Tak tanggung-tanggung, lebih dari 21 ribu orang mendaftar, padahal kuota yang dibuka oleh Pemprov DKI Jakarta hanya sekitar 1.000 orang saja!

Fenomena ini langsung mendapat perhatian serius dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi di Ancol, Kamis (10/7/2025), Pramono mengaku kaget dengan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi.

BACA JUGA:Kisah Mantan Preman Klaten yang Meninggal Saat Sujud Salat Jamaah di Masjid

"Hari pertama buka saja sudah 7.000 pendaftar. Tiga hari kemudian, 21 ribu. Saya langsung bilang: stop, stop, stop. Ini bisa jadi persoalan baru," ungkap Pramono.

Salah satu penyebab membeludaknya jumlah pendaftar adalah karena syarat pendidikan yang diubah menjadi lebih inklusif.

Jika sebelumnya minimal lulusan SMA, kini lulusan SD pun bisa mendaftar, asal bisa membaca dan menulis.

“Ini kebijakan kami karena kenyataannya banyak pendatang di Jakarta yang tak punya ijazah tinggi, tapi punya kemauan kerja keras,” kata Pramono yang akrab disapa Mas Pram.

Kebijakan ini dianggap memberi peluang yang lebih adil bagi masyarakat kelas bawah yang selama ini sulit mendapat pekerjaan formal.

BACA JUGA:Kaget ODGJ Masuk Kamar, Wanita Muda Lompat dari Lantai 19 Apartemen Kalibata City, Begini Kondisinya

Menariknya, bukan hanya lulusan SD atau SMP yang ikut melamar. Di beberapa kelurahan, bahkan lulusan S1 ikut antre demi menjadi bagian dari PPSU.

Salah satunya terjadi di Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut Sekretaris Lurah Serdang, M. Imron Sumadi, dari 127 pelamar, 7 orang di antaranya adalah lulusan sarjana.

“Yang hadir 6 orang lulusan S1. Ini menunjukkan tingginya minat warga untuk pekerjaan yang dianggap stabil dan layak,” ujar Imron.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: