Prakiraan Cuaca Jabodetabek 5 Juni 2025, Antara Cerah dan Hujan Ringan
Meski Indonesia secara umum sedang memasuki awal musim kemarau, cuaca di sebagian besar wilayah Jabodetabek masih dipengaruhi oleh sisa-sisa dinamika atmosfer dari musim hujan sebelumnya.--BMKG
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pada hari Kamis, 5 Juni 2025, cuaca di wilayah Jabodetabek diperkirakan akan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan, sebagaimana dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Meski Indonesia secara umum sedang memasuki awal musim kemarau, cuaca di sebagian besar wilayah Jabodetabek masih dipengaruhi oleh sisa-sisa dinamika atmosfer dari musim hujan sebelumnya.
BMKG menyampaikan bahwa pada periode akhir Mei hingga awal Juni, wilayah barat Indonesia masih menunjukkan potensi hujan lokal, terutama pada siang dan sore hari.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti labilitas atmosfer, serta belum meratanya peralihan musim di berbagai wilayah.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Jabodetabek 4 Juni 2025, Waspadai Hujan Ringan di Siang Hari!
BACA JUGA:Video Viral Pembagian Sembako Murah di Cipayung Depok Ricuh, Warga Kecewa Sistem Amburadul
Cerah di Pagi Hari, Hujan Lokal di Sore Hari
Bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, pagi hari pada tanggal 5 Juni ini akan disambut dengan cuaca cerah berawan.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yaitu antara 65–90%.
Namun, BMKG mengingatkan bahwa menjelang sore hingga malam hari, sejumlah wilayah di Jabodetabek seperti Bogor, Depok, dan sebagian Tangerang Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Hujan ini bersifat lokal dan tidak berlangsung lama, namun tetap dapat mengganggu aktivitas luar ruangan, terutama bagi pengguna jalan raya.
Fenomena Atmosfer: Labilitas dan Awan Konvektif
Menurut BMKG, cuaca bervariasi ini merupakan karakteristik masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
Selama masa pancaroba ini, udara di lapisan bawah atmosfer cenderung tidak stabil. Ketidakstabilan ini memicu pembentukan awan-awan konvektif—jenis awan yang kerap menimbulkan hujan lebat dalam durasi singkat, disertai angin kencang atau bahkan petir.
Meskipun belum banyak terjadi hujan lebat di Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir, potensi hujan lokal tetap perlu diantisipasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: