Pendatang Mau Cari Kerja di Bekasi? Ketua DPRD: Bawa Skill, Jangan Jadi Beban!
Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Effendi, mengatakan pendatang baru yang mau bekerja di Kota Bekasi harus punya skill--ist
KOTA BEKASI, RADARPENA.CO.ID - Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Effendi, S.Pd., M.M., dalam hal ini akan pasang badan untuk mengendalikan arus pendatang pasca Lebaran telah usai.
Sardi Effendi juga menyampaikan pesannya kepada para pengadu nasib yang ingin mencari kerja di wilayah Kota Bekasi.
Yang menjadi catatan penting kali ini untuk para pencari kerja wajib datang dengan bekal keterampilan, pasalnya jangan sampai datang ke Kota Bekasi tanpa bekal apapun dan menambah penganggiran.
“Harapan kami, bagi saudara-saudara yang ingin tinggal di Kabupaten Bekasi, ikuti prosedur yang ada. Dan datang dengan persiapan yang matang, terutama dalam hal keahlian,” jelasnya, Jumat (11/4).
BACA JUGA:Adhika Dirgantara: Warga Keluhkan Bangli tak Berizin di Sepanjang Unisma
Maklum, Bekasi bukan kota main-main. Sebagai jantung industri nasional, kota ini punya magnet kuat bagi pencari kerja dari berbagai penjuru. Tapi Ketua Dewan menegaskan: datang bukan cuma bawa harapan, tapi juga kemampuan.
Bukan hanya itu namun ia juga ngasih PR ke para pengusaha yang buka usaha di Bekasi. Jangan cuma cari untung, tapi kasih peluang kerja ke warga lokal. Dengan begitu, ekonomi mikro bisa tumbuh di tengah guncangan makro yang lagi gak jelas arahnya.
“Harapan besar kami, masyarakat yang datang bisa membuka peluang kerja. Serta mengembangkan potensi wilayah yang ada,” ujarnya.
BACA JUGA:Tenaga Pengajar di Kota Bekasi Masih Kurang, Pemkot Perlu Penanganan Serius
Ketua DPRD itu juga mewanti-wanti soal pentingnya pendataan. Ia dorong Dinas Dukcapil untuk bergerak cepat dan rutin update data. Terutama soal warga pendatang, kelahiran, hingga kematian.
“Data itu dasar kebijakan. Kalau datanya ngaco, kebijakannya juga bisa ngawur,” tegasnya.
Tak cuma soal industri, Ade juga buka suara soal masa depan ekonomi daerah. Ia bilang, UMKM dan ekonomi kreatif bakal jadi tumpuan baru. Dan yang paling diharapkan jadi motor penggerak? Anak muda.
“Satu sisi kita menarik investor, sisi lain kita dorong generasi muda jadi entrepreneur. Sehingga mereka tidak hanya mencari kerja, tapi bisa membuka peluang kerja,” pungkasnya.(***)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: