6 Jenazah Pramugari Korban Kebakaran Glodok Plaza Berhasil Diidentifikasi
Jenazah korban kebakaran Glodok Plaza-cahyono-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sebanyak 6 jenazah pramugari korban kebakaran Glodok Plaza berhasil diidentifikasi.
Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa dirinya menerima data dari timnya seusai mendapatkan informasi dari pihak keluarga.
"Diduga ada enam, dari laporan keluarga, kita tanya korban pekerjaan apa, sebagian keluarga menyatakan korban bekerja di maskapai ini, maskapai ini," ungkap Ahmad di Jakarta, Selasa 21 Januari 2025.
Walaupun begitu, dirinya enggan memberikan nama dari korban yang sudah di identifikasi. Pihak RS Kramat Jati pun telah bersurat dengan Balai Kesehatan Penerbangan guna meminta rekam medis mereka.
"Kemudian kita telusuri, kalau kru pesawat, pilot, pramugari, pramugara atau teknisi, biasanya memiliki data rekam medis di Balai Kesehatan Penerbangan," ujar dia.
BACA JUGA:
Ahmad berharap selepas pihaknya memberikan surat kepada Balai Kesehatan Penerbangan guna proses identifikasi terhadap keenam korban.
"Seperti contoh, misalnya, korban yang terindikasi adalah bagian dari kru pesawat, kita tahu kru pesawat itu kan punya data rekam medis yang cukup baik di Balai Kesehatan Penerbangan," terang dia.
Setelah mendapatkan secerah harapan, timnya pun akan berupaya memaksimalkan proses identifikasi korban kebakaran Glodok Plaza sesuai dengan pencocokan data yang diterima.
"Jadi nanti sampai kita maksimal melakukan pemeriksaan, kemudian sampel DNA sudah keluar, baik antemortem dan postmortem itu langsung kita lakukan rekonsiliasi, kita adakan pencocokan. Apakah dari data AM (antemortem) dan PM (postmortem) yang kita dapatkan itu apakah ada yang cocok, nanti seperti biasa, sudah cocok akan kita umumkan," terang dia.
Selain itu, salah satu keluarga korban Glodok Plaza sudah membuat laporan orang hilang di Ante Mortem yakni Edi Sunarsono (68 tahun) dan ayah dari Osima Yukari (30 tahun) yang menjadi sebagai kru pesawat.
BACA JUGA:
Edibpun berharap agar anaknya yang masih hilang hingga detik ini hanya mengalami luka ringan dan datanya terselip di salah satu rumah sakit.
"Harapan saya, kalau ada mukjizat, monggo lah, siapa tahu, ini ketelingsud ya, ketelingsud. Maksudnya ketelingsud iki apakah dia ada luka ringan atau di mana, tempat dirawat di mana," harap Edi.(dimas rafi)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: