WHO: Tak Ada Pembatasan Perjalanan Terkait Hantavirus, Risiko Penularan Luas Masih Rendah
WHO tegaskan Hantavirus di kapal MV Hondius punya risiko rendah bagi publik.--
radarpena.co.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja memberikan pernyataan resmi terkait munculnya kasus Hantavirus di sebuah kapal pesiar. Meski kabar ini sempat memicu kekhawatiran, WHO memastikan bahwa masyarakat tidak perlu panik.
Pihak berwenang menegaskan bahwa risiko penularan virus ini secara luas sangat rendah dan belum ada keperluan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan internasional.
Kepala kantor WHO Eropa, Hans Kluge, menjelaskan melalui platform X bahwa karakteristik virus ini berbeda dengan virus yang mudah menular lewat udara antarmanusia. Penularan virus ini sangat spesifik dan berkaitan erat dengan kondisi lingkungan tertentu.
"Infeksi Hantavirus umumnya terkait paparan lingkungan, seperti kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi. Meski dalam beberapa kasus bisa parah, virus ini tidak mudah menular antarmanusia. Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Tidak ada alasan untuk panik atau melakukan pembatasan perjalanan," tegas Hans, Senin, 4 Mei 2026.
Update Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius
Pernyataan WHO ini menyusul laporan adanya wabah di kapal MV Hondius yang sedang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde. Hingga saat ini, operator kapal pesiar asal Belanda, Oceanwide Expeditions, telah mengonfirmasi kasus kedua infeksi Hantavirus di atas kapal yang tengah berada di Samudra Atlantik tersebut.
Korban terbaru yang teridentifikasi adalah seorang penumpang wanita berkebangsaan Belanda yang meninggal dunia pada 27 April lalu. Hingga saat ini, tercatat ada tiga orang yang meninggal dunia dalam dugaan wabah ini, yang terdiri dari pasangan warga negara Belanda dan seorang warga negara Jerman.
Kondisi Penumpang dan Kru Saat Ini
Saat ini, sekitar 150 orang masih berada di dalam kapal MV Hondius. Selain korban meninggal, dua anggota kru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius.
Berikut adalah detail perkembangan medis para penyintas:
-
Pasien di Afrika Selatan: Seorang penumpang warga negara Inggris yang terkonfirmasi positif telah meninggalkan kapal dan kini menjalani perawatan intensif di Johannesburg.
-
Kondisi Kru Kapal: Dua anggota kru (berkebangsaan Inggris dan Belanda) menunjukkan gejala pernapasan akut. Satu orang mengalami gejala ringan, sementara satu lainnya dalam kondisi parah dan membutuhkan penanganan medis segera.
Pihak operator menyatakan bahwa sejauh ini belum ditemukan orang lain dengan gejala serupa di atas kapal tersebut.
Mengenal Bahaya Hantavirus dan Cara Penularannya
Penting untuk kita pahami bahwa Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat. Manusia bisa terinfeksi jika terjadi kontak langsung dengan hewan pengerat yang membawa virus, atau terpapar urine, kotoran, dan air liur mereka.
Meskipun dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, para ahli kesehatan menekankan bahwa penularan dari satu manusia ke manusia lainnya tergolong sangat jarang terjadi. Itulah sebabnya, WHO tetap optimis bahwa situasi ini terkendali dan tidak mengancam mobilitas global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: