May Day Rusuh! Polisi Turki Tembakkan Gas Air Mata dan Tangkap 575 Orang

May Day Rusuh! Polisi Turki Tembakkan Gas Air Mata dan Tangkap 575 Orang

Polisi Turki tangkap 575 demonstran dalam aksi unjuk rasa Hari Buruh di Istanbul.--

radarpena.co.id – Pihak kepolisian Turki mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata dan menangkap ratusan pengunjuk rasa yang menggelar demonstrasi Hari Buruh di Istanbul pada Jumat, 2 Mei 2026.

Sementara itu, pada saat yang sama, ribuan buruh lainnya juga turun ke jalan untuk berunjuk rasa di berbagai wilayah di seluruh negeri.

Berdasarkan pernyataan resmi dari kantor gubernur Istanbul, hingga pukul 18.00 waktu setempat, aparat keamanan telah mengamankan 575 orang. Pihak berwenang menyebut para demonstran tersebut sebagai kelompok yang menentang keputusan keamanan kota.

Sebelum rilis resmi dari pemerintah keluar, Asosiasi Pengacara CHD melaporkan bahwa polisi telah menangkap setidaknya 550 orang pada pertengahan sore di Istanbul.

Di lokasi kejadian, wartawan AFP menyaksikan langsung momen ketika polisi menembakkan gas air mata dari kendaraan pengendali huru hara ke arah kerumunan massa yang mencoba merangsek maju.

Untuk mencegah massa berkumpul, aparat kepolisian dalam jumlah besar dan mengenakan perlengkapan anti-huru-hara lengkap telah memasang barikade logam. Blokade ini menutup total akses ke lingkungan pusat Istanbul, termasuk Lapangan Taksim yang selama ini menjadi titik sentral berbagai aksi demonstrasi.

Dalam tayangan saluran televisi oposisi HALK TV, terlihat momen saat Erkan Bas, Presiden Partai Buruh Turki, diselimuti semprotan merica akibat tindakan polisi.

Erkan Bas sempat menyuarakan kritik tajamnya terhadap pemerintah sebelum insiden tersebut.

"Mereka yang berkuasa sudah berbicara 365 hari setahun, jadi biarkan para pekerja berbicara tentang kesulitan yang mereka hadapi setidaknya satu hari dalam setahun," cetusnya.

Kronologi Ketegangan di Lapangan Taksim

Berikut adalah poin-poin penting yang memicu eskalasi bentrokan antara buruh dan polisi di Istanbul:

  • Penutupan Total Lapangan Taksim: Aparat keamanan menutup ketat Lapangan Taksim sejak malam hari untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa dari kelompok buruh.

  • Penangkapan Tokoh Serikat: Polisi langsung meringkus Basaran Aksu, seorang pejabat serikat pekerja, sesaat setelah ia mengecam keras penutupan akses ke alun-alun kota tersebut.

  • Tuntutan Hak yang Setara: Aksu memprotes diskriminasi penggunaan fasilitas publik dengan menyatakan, "Anda tidak bisa menutup lapangan bagi para pekerja Turki. Semua orang menggunakan Taksim, untuk upacara resmi, untuk perayaan. Hanya buruh, pekerja, kaum miskin yang mendapati lapangan itu tertutup bagi mereka."

Bentrokan di Berbagai Distrik dan Isu Inflasi

Aksi peringatan Hari Buruh yang bertujuan merayakan perjuangan kelas pekerja selalu memicu pengerahan pasukan keamanan secara besar-besaran di Turki setiap tahunnya. Akibatnya, area-area luas di jantung kota Istanbul lumpuh total karena blokade polisi. Pola pengamanan ketat ini terus berulang, setelah tahun lalu polisi menangkap lebih dari 400 orang saat protes bergeser ke daerah Kadikoy.

Di distrik Mecidiyekoy, wartawan AFP melaporkan bahwa polisi menyemprotkan gas air mata ke arah kerumunan massa yang mencakup anggota partai Marxis, HKP. Bentrokan pecah saat massa mencoba menerobos barikade polisi sambil meneriakkan slogan "AS pembunuh, AKP kaki tangan".

Aparat yang mengepung lingkungan Besiktas juga turun tangan—terkadang dengan menggunakan kekerasan—setiap kali para demonstran meneriakkan slogan serupa. Beberapa demonstran bahkan terlihat dilempar ke tanah oleh petugas.

Tahun ini, berbagai serikat pekerja dan asosiasi masyarakat sipil menyerukan demonstrasi 1 Mei dengan mengusung slogan utama: "Roti. Perdamaian. Kebebasan".

Tuntutan ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang menghimpit. Meskipun data resmi pemerintah mematok angka inflasi di Turki pada level 30 persen, berbagai perkiraan independen menyebutkan bahwa angka riil inflasi di lapangan sebenarnya sudah mendekati 40 persen.

Pawai di Ankara dan Surat Penangkapan Massal

Di ibu kota Turki, Ankara, suasana Hari Buruh berjalan dengan dinamika yang sedikit berbeda. Sekitar 100 penambang batu bara yang telah melakukan aksi mogok makan selama sembilan hari untuk menuntut pembayaran tunggakan upah mendapatkan sambutan meriah. Para buruh lain bersorak sorai saat para penambang ini bergabung dalam barisan pawai Hari Buruh.

Seorang jurnalis AFP melaporkan bahwa aksi di Ankara ini didominasi oleh kaum muda dalam jumlah yang sangat besar. Meski demikian, jalannya aksi tetap berada di bawah pengawasan ketat dari aparat kepolisian yang bersiaga di sepanjang rute pawai.

Sebelum aksi unjuk rasa 1 Mei ini pecah, pihak berwenang Turki ternyata sudah bergerak terlebih dahulu. Pada awal pekan ini, aparat mengeluarkan surat perintah penangkapan dan penggeledahan terhadap 62 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 orang—termasuk di antaranya jurnalis, aktivis serikat pekerja, dan sejumlah tokoh oposisi—dianggap oleh kepolisian sebagai pihak yang "kemungkinan akan melakukan serangan" selama perayaan Hari Buruh berlangsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: