2 Kapal Raksasa Pertamina Masih Terjebak di Teluk Arab! Ini Pernyataan Resmi Pertamina

2 Kapal Raksasa Pertamina Masih Terjebak di Teluk Arab! Ini Pernyataan Resmi Pertamina

Kapal Pertamina--ist

radarpena.co.id - Situasi di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Kali ini, dampaknya terasa langsung ke jantung distribusi energi Indonesia.

Dua kapal tanker andalan PT Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan tertahan di Teluk Arab dan gagal melintasi Selat Hormuz.

Hingga hari ini, Minggu (19/4/2026), kedua raksasa laut tersebut masih "terkunci" di wilayah perairan yang kini menjadi pusat ketegangan global.

BACA JUGA:Urbanisasi Usai Lebaran 2026: 7.911 Pendatang Baru Masuk Jakarta, Mayoritas Usia Produktif

Menanggapi situasi darurat ini, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menegaskan bahwa keselamatan manusia di atas segalanya.

Perusahaan saat ini berada dalam posisi siaga tinggi sambil terus memantau pergerakan militer di jalur tersebut.

"Kami terus memonitor situasi secara saksama. Keselamatan awak kapal, keamanan armada, dan muatan adalah prioritas utama kami di tengah kondisi yang sangat dinamis ini," jelas Vega.

PIS dikabarkan tengah melakukan koordinasi maraton dengan kementerian terkait dan otoritas internasional untuk menyusun passage plan atau jalur alternatif yang lebih aman bagi kedua kapal tersebut.

Apa yang sebenarnya terjadi? Situasi kian mencekam setelah militer Iran secara resmi menyatakan kendali ketat atas Selat Hormuz. Langkah ini merupakan aksi balasan terhadap blokade pelabuhan Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

BACA JUGA:Geger! Dunia Kampus Tercemar, Giwo Rubianto Desak Kampus Bersihkan Pelecehan Seksual di Ruang Digital

Pihak Teheran dengan tegas menyebut blokade tersebut sebagai tindakan "pembajakan". Akibatnya, setiap kapal yang melintas kini berada di bawah pengawasan ketat, memicu ketidakpastian bagi kapal-kapal komersial internasional, termasuk milik Pertamina.

Bukan tanpa alasan Selat Hormuz disebut sebagai jalur paling krusial di bumi. Berikut fakta di balik "panasnya" jalur tersebut:

  • Jalur Hidup Energi: Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia mengalir melalui selat sempit ini.
  • Kebuntuan Diplomatik: Meski sempat ada sinyal pembukaan jalur dari Washington, nyatanya blokade masih berlaku kuat akibat belum adanya titik temu soal kesepakatan nuklir Iran.
  • Efek Domino bagi Indonesia: Tertahannya kapal Pertamina berarti ada ancaman terhadap jadwal distribusi pasokan energi nasional jika krisis ini berlarut-larut.

BACA JUGA:Harga BBM Pertamina 19 April 2026: Pertamina Dex Tembus Rp24.450 per Liter

Nasib Pertamina Pride dan Gamsunoro kini menjadi simbol betapa rapuhnya rantai pasokan energi global terhadap konflik geopolitik. Stabilitas Selat Hormuz bukan lagi sekadar urusan Iran dan AS, melainkan urusan "perut" energi dunia yang kini sedang terancam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: