Harga Terus Melambung, Penjualan PlayStation 5 Anjlok Drastis

Harga Terus Melambung, Penjualan PlayStation 5 Anjlok Drastis

https://gemini.google.com/app/644203e136494407?hl=id#:~:text=Harga%20Terus%20Melambung%2C%20Penjualan%20PlayStation%205%20Anjlok%20Drastis--

radarpena.co.id - Raksasa teknologi dan hiburan asal Jepang, Sony, menghadapi kenyataan pahit terkait performa konsol andalan mereka, PlayStation 5 (PS5). Perusahaan mencatatkan penurunan tajam pada angka penjualan PS5 setelah mereka menerapkan serangkaian kenaikan harga sejak peluncuran perdana perangkat tersebut pada 2020 silam.

Melansir dari Gizmochina, Minggu 10 Mei 2026, kebijakan Sony menaikkan harga justru menjadi bumerang bagi pasar global. Saat ini, harga PS5 Digital Edition yang semula hanya US

$399 (sekitar Rp6,9 juta) telah melonjak drastis hingga menyentuh US$599 (sekitar Rp9,8 juta). Kondisi serupa menimpa versi Disc Edition yang kini dibanderol US$649 atau setara Rp10,6 juta, naik signifikan dari harga awal US$499.

Kenaikan harga terbaru yang berlaku sejak Maret 2026 kemarin menambah beban konsumen hampir sebesar US$100 dibandingkan harga peluncuran. Hal ini memicu reaksi negatif dari para pencinta game di seluruh dunia.

BACA JUGA:Resmi! Rockstar Games Umumkan GTA VI Rilis 19 November 2026

BACA JUGA:NASA vs Rockstar Games: Artemis II Sudah Meluncur, Kapan GTA 6 Dirilis?

Angka Penjualan Terjun Bebas

Kebijakan harga tinggi tersebut langsung memukul volume penjualan perangkat. Sony melaporkan hanya berhasil melepas 1,5 juta unit PS5 pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026. Angka ini turun sangat jauh jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mampu mencapai 2,8 juta unit. Secara matematis, Sony mengalami penurunan tahunan lebih dari 46 persen.

Secara akumulasi tahunan, tren negatif ini juga terlihat jelas. Penjualan PS5 merosot dari 18 juta unit pada tahun fiskal 2024 menjadi hanya 16,5 juta unit pada tahun fiskal 2025. Meski total penjualan global telah menembus angka 93,7 juta unit, performa PS5 faktanya masih tertinggal jauh di belakang pencapaian PlayStation 4 pada fase usia produk yang sama.

Terjepit Biaya Komponen dan Harapan Konsumen

Presiden dan CEO Sony, Hiroki Totoki, mengungkapkan bahwa kenaikan biaya komponen menjadi biang keladi utama. Lonjakan harga cip memori dan perangkat keras lainnya sangat membebani margin keuntungan bisnis PlayStation. Dampak buruknya tidak hanya berhenti pada konsol, tetapi juga mulai menggerus penjualan perangkat lunak, layanan langganan, hingga aksesori.

Di sisi lain, konsumen mulai menunjukkan keengganan untuk membeli perangkat yang usianya sudah menginjak tahun keenam namun harganya justru semakin mahal. Biasanya, harga konsol gim akan turun seiring bertambahnya usia produk, namun Sony justru mengambil langkah sebaliknya.

BACA JUGA:Gebrakan Astute FF Beta 12.1.2: Solusi 'HP Kentang' dan Rahasia Sensitivitas Pro Player

BACA JUGA:Sony Resmi Naikkan Harga PS5 Global Mulai 2 April, Versi Pro Tembus Rp15 Juta

Optimisme di Tengah Isu PlayStation 6

Meskipun dalam kondisi sulit, Sony tetap menyatakan komitmennya untuk mempertahankan struktur harga saat ini tanpa kenaikan tambahan dalam waktu dekat. Perusahaan memproyeksikan bisnis gim mereka akan kembali tumbuh sekitar 30 persen pada tahun fiskal mendatang. Sony menggantungkan harapan besar pada peluncuran gim megaproyek, Grand Theft Auto VI, yang dijadwalkan meluncur pada November mendatang.

Selain itu, Sony juga mengonfirmasi bahwa mereka tengah sibuk menggarap konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 (PS6). Namun, investasi besar-besaran untuk riset dan pengembangan cip PS6 diprediksi masih akan menekan profit perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Para penggemar kini hanya bisa berharap agar Sony belajar dari kasus PS5 dan tidak mematok harga yang terlalu tinggi saat PS6 rilis nanti.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: