Kisah Nyata Cerita Horor Bu Sarti, Pembantu Rumah yang Ternyata Hantu Penunggu
Kisah Nyata Cerita Horor Bu Sarti, Pembantu Rumah yang Ternyata Hantu Penunggu--AI
Pantulan di cermin bukan dirinya yang biasa. Wajahnya tampak mengerikan, kulit pucat kehijauan, mata hitam pekat, dan senyuman lebar menampilkan gigi tajam panjang berlumuran darah hitam. Rambutnya jatuh berantakan menutupi sebagian wajah.
Aku tercekat dan tanpa sengaja membuat pintu berderit. Seketika itu juga, pantulan menyeramkan menghilang. Bu Sarti menoleh, wajahnya tenang seperti biasa.
"Kamu sudah pulang, Nak?" katanya datar, menatapku dengan mata yang terasa menusuk ke dalam tulang.
Aku hanya bisa mengangguk gemetar.
Beberapa hari kemudian, tetangga sebelah rumah menegur ibuku.
"Bu, saya lihat ada pembantu di rumah? Semoga tidak apa-apa…" katanya ragu.
Ibu bingung. "Iya, memang. Kenapa, Bu?"
Tetangga itu menatap serius.
"Bukankah rumah itu… memang sudah ada penunggunya sejak dulu? Seorang wanita gantung diri di dapurnya. Orang bilang arwahnya masih berkeliaran, menjaga rumah itu. Tidak semua orang berani tinggal di sana."
Wajah ibu langsung pucat. Aku yang mendengar dari balik pintu hampir tidak bisa bernapas.
Semuanya mulai masuk akal, suara sendok di dapur, makanan yang tiba-tiba ada, tatapan kosong Bu Sarti, dan pantulan menyeramkan di cermin.
Malam Teror
Puncaknya terjadi suatu malam. Hujan deras mengguyur, suara petir menyambar. Sekitar pukul dua dini hari, aku terbangun karena mendengar bisikan dari kamar adikku.
Dengan hati berdebar, aku membuka pintu kamar Rani.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: