Cerita Horor! Rumah Setan Surabaya, Teror Mistis Menimpa Satu Keluarga, Kisah Bahagia Berubah Jadi Kelam

Cerita Horor! Rumah Setan Surabaya, Teror Mistis Menimpa Satu Keluarga, Kisah Bahagia Berubah Jadi Kelam

Ilustrasi: Rumah mewah tua bergaya kolonial Belanda memiliki kisah mistis yang meneror satu keluarga di Surabaya--Gemini AI

Bu Rina mencoba membaca ayat kursi, dan bayangan itu perlahan menghilang, namun bau anyir tetap tertinggal.

Puncaknya, teror itu menyentuh Dinda, malam itu Dinda terbangun karena haus. 

Ia melihat bayangan seorang wanita berambut panjang, berpakaian putih lusuh, berdiri di depan pintu kamarnya. 

"Dinda, ayo main!" suara itu serak dan dingin. Dinda yang ketakutan menutup matanya rapat-rapat, namun ia merasakan tangan dingin membelai rambutnya.

BACA JUGA:Kumpulan 10 Cerita Horor Berdasarkan Kisah Nyata dan Sejarah Kelam yang Tersembunyi

BACA JUGA:Kisah Nyata! Cerita Horor Perjodohan Membawa Malapetaka, Jangan Main-Main dengan Santet Sedarah

Keesokan paginya, keluarga Wijaya sudah tidak tahan. Pak Rahmat memanggil seorang ustadz kenamaan di kota itu. 

Begitu memasuki pekarangan rumah, wajah ustadz itu langsung berubah pucat. "Rumah ini... dihuni oleh entitas yang sangat kuat. Ia tidak ingin diganggu," bisik ustadz itu.

Ustadz memulai ritual ruqyah. Saat membaca ayat-ayat suci, hawa di dalam rumah menjadi sangat berat. 

Tiba-tiba, kaca jendela di ruang tamu pecah berhamburan. Lampu kristal di tengah ruangan berayun kencang seolah ada yang mengguncang. 

Sebuah suara tawa melengking terdengar dari seluruh penjuru rumah, memekakkan telinga.

"Keluar! Kalian telah mengganggu tempat tinggalku! Anakmu akan jadi milikku!" suara itu serak dan dalam, membuat Dinda menjerit ketakutan dan pingsan.

Ustadz meminta Pak Rahmat dan keluarganya segera keluar dari rumah. "Kekuatannya terlalu besar. Ia menganggap rumah ini sebagai istana, dan tidak akan membiarkan siapa pun hidup dengan tenang di sini," jelas ustadz.

BACA JUGA:Uji Nyali! Cerita Horor Makan Soto Ayam Gaib dan Mal Angker di Jogja, Suara Tapak Kuda Meneror Pengunjung

Keluarga Wijaya terpaksa meninggalkan rumah impian mereka. Mereka tidak lagi mencari tahu siapa dan mengapa arwah itu menempati rumah tersebut. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait