Gak Baper! Pemkot Solo punya Pendapat Sendiri soal One Piece
Wali Kota Surakarta,Respati Ardi, memberikan pandangan yang justru mendukung penuh kreativitas warga dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-80.--
Radarpena.co.id, Jakarta - Surakarta - Di tengah ramainya perbincangan dan tindakan tegas para aparat di beberapa daerah terkait pengibaran bendera bajak laut 'Jolly Roger' dari anime One Piece, Kota Surakarta justru mengambil suatu tindak nyata yang lain dari yang lain.
Wali Kota Surakarta,Respati Ardi, memberikan pandangan yang justru mendukung penuh kreativitas warga dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Ia berpendapat, tidak ada aturan baku yang membatasi cara warga berekspresi dalam merayakan HUT Kemerdekaan, selama kewajiban utama tidak dilupakan.
"Sing penting Bendera Indonesia tetap dipasang! Ameh One Piece, ameh Gatotkoco, wayang boleh semua. Semua boleh," Tegas Respati Ardi saat ditemui oleh awak media, Senin(4/8).
BACA JUGA:Jelang HUT RI ke-80, Polres Jakpus Awasi Pengibaran Bendera One Piece
BACA JUGA:Ketua MPR RI: Bendera One Piece Hanya Ekspresi Kreatif, Semangat Nasionalisme Tak Tergantikan
Sikap Pemkot Surakarta iniberlawanan dengan apa yang terjadi di kabupaten tetangga, di mana aparat meminta warga menghapus mural One Piece yang dibuat untuk perayaan kemerdekaan.
Respati menegaskan bahwa di Solo tidak perlu ada penindakan atau penertiban untuk hal-hal semacam itu.
"Apakah perlu penertiban? Ora-ora! Sing penting Indonesia ne kui ( dalam artian Bendera Merah Putih tetap terpasang)," ujarnya.
BACA JUGA:Pengibaran Bendera One Piece Jelang HUT RI-80 Dinilai Langgar Hukum: Ada Konsekuensi Pidana
Dengan adanya pernyataan resmi ini, warga Solo tidak perlu lagimerasa was-was.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: