ERACS, Metode Bersalin Caesar Minim Nyeri dan Cepat Pulih yang Makin Populer di Indonesia

ERACS, Metode Bersalin Caesar Minim Nyeri dan Cepat Pulih yang Makin Populer di Indonesia

Metode bersalin dengan ERACS jadi tren di Indonesia--

Kontak kulit antara ibu dan bayi (skin-to-skin contact) dapat dilakukan lebih cepat, sehingga inisiasi menyusui dini (IMD) lebih optimal.

 

Tahapan Prosedur ERACS

1. Sebelum Operasi

Ibu tidak diwajibkan berpuasa terlalu lama. Bahkan, konsumsi minuman karbohidrat ringan diizinkan hingga 2–3 jam sebelum tindakan untuk menjaga energi.

2. Selama Operasi

Dilakukan anestesi spinal atau epidural yang lebih aman dan cepat hilang efeknya. Proses operasi juga dilakukan dengan teknik yang meminimalkan trauma jaringan.

3. Setelah Operasi

Ibu langsung diajak bergerak, duduk, dan mencoba menyusui. Obat nyeri diberikan sesuai kebutuhan dan dalam dosis ringan.

BACA JUGA:Viral! Janin 9 Bulan Hilang Secara Misterius dari Perut Seorang Ibu, Mendadak Kosong saat Ingin Melahirkan

BACA JUGA:Simak Moms! 5 Tips Penting Menjaga Janin Dalam Kandungan Agar Sehat Sampai Melahirkan

Aman untuk Siapa Saja?

ERACS aman untuk sebagian besar ibu yang memerlukan atau memilih melahirkan secara caesar. Namun, metode ini tetap harus melalui persetujuan dokter dan tim medis setelah meninjau kondisi kesehatan ibu dan janin.

Kesimpulan

Metode ERACS menjadi pilihan terbaik bagi para ibu yang ingin menjalani operasi caesar tanpa harus mengalami nyeri berlebih atau pemulihan yang lama. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan efisien, ERACS membuktikan bahwa melahirkan bisa tetap nyaman meski lewat jalur operasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: