Jeff Bezos, Si 'Manusia Rp3.654 Triliun' — Antara Kekayaan dan Ketimpangan

Jeff Bezos, Si 'Manusia Rp3.654 Triliun' — Antara Kekayaan dan Ketimpangan

Jeff Bezos, pendiri Amazon dengan kekayaan bersih Rp3.654 Triliun--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Julukan “manusia Rp3.654 triliun” mungkin terdengar seperti nama karakter dalam film fiksi ilmiah. Namun, gelar itu disematkan pada sosok nyata: Jeff Bezos, pendiri dan mantan CEO raksasa e-commerce dunia, Amazon.

 

Kekayaan yang Fantastis

Menurut data Bloomberg Billionaires Index dan Forbes, kekayaan bersih Jeff Bezos saat ini berkisar di angka USD 230 hingga 250 miliar, tergantung fluktuasi saham dan nilai aset yang ia miliki. Bila dikonversikan ke mata uang rupiah, dengan asumsi kurs Rp15.900 per dolar AS, maka total kekayaannya mencapai sekitar Rp3.654 triliun.

Angka ini jelas sulit dibayangkan oleh orang kebanyakan. Sebagai gambaran: untuk menghabiskan Rp1 miliar sehari, seseorang butuh waktu lebih dari 10.000 tahun untuk menghabiskan Rp3.654 triliun!

BACA JUGA:Jack Ryan Kembali! Amazon MGM Studios dan John Krasinski Siap Hadirkan Petualangan Epik di Layar Lebar

Dari Garasi ke Galaksi

Jeff Bezos memulai Amazon pada tahun 1994 di garasi rumahnya. Awalnya hanya menjual buku secara daring, Amazon kini menjelma menjadi perusahaan teknologi raksasa yang menjual hampir segalanya, serta mengembangkan layanan cloud computing, kecerdasan buatan, dan bahkan eksplorasi luar angkasa melalui perusahaannya, Blue Origin.

Bisnisnya yang ekspansif dan dominasi pasar Amazon di seluruh dunia menjadi mesin utama yang mengantarkan Bezos ke daftar orang terkaya di dunia selama bertahun-tahun.

BACA JUGA:Kecocokan Zodiak Libra dan Aquarius dari Hubungan Cinta hingga Pernikahan

Antara Puja dan Caci

Julukan "manusia Rp3.654 triliun" tidak hanya mencerminkan kekayaan, tapi juga menyiratkan kontras sosial yang tajam. Di satu sisi, banyak yang mengagumi Bezos sebagai simbol kesuksesan, inovasi, dan kerja keras. Namun di sisi lain, tak sedikit pula kritik terhadap ketimpangan ekonomi yang semakin mencolok di era kapitalisme digital.

Amazon sendiri beberapa kali disorot karena isu kesejahteraan pekerja gudangnya, serta dampak kompetitifnya terhadap usaha kecil dan menengah.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: