Kata-kata Puitis di '5 Detik dan Rasa Rindu', Menyentuh Hati Terdalam

Kata-kata Puitis di '5 Detik dan Rasa Rindu',  Menyentuh Hati Terdalam

Cover Buku 5 Detik dan Rasa Rindu--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Cinta, rindu, dan kehilangan adalah tiga hal yang kerap menjadi inti dari puisi dan prosa penuh makna. Novel 5 Detik dan Rasa rindu karya aktris sekaligus penulis Prilly Latuconsina adalah salah satu contoh nyata bagaimana perasaan yang sederhana bisa dirangkai menjadi kalimat-kalimat yang menyentuh pembaca. Tak heran jika buku ini mencuri perhatian, terutama di kalangan pembaca muda yang tengah bergulat dengan emosi serupa.

 

Buku ini bukan sekadar novel biasa. Ia lebih menyerupai kumpulan puisi prosa, yang menyuarakan suara hati dari seseorang yang menyimpan cinta dalam diam. Rasa rindu menjadi tokoh utama dalam setiap halaman, hadir dalam bentuk kenangan, penantian, dan kerelaan.

 

Menghidupkan Makna Rindu

Salah satu kutipan yang paling menggugah berbunyi:

> “Rindu itu tidak pernah sederhana. Ia hadir dalam diam, dan pergi tanpa aba-aba.”

BACA JUGA:'5 Detik dan Rasa Rindu': Puisi, Tatapan, dan Cinta yang Membekas di Hati Penonton

Kutipan ini menggambarkan betapa rindu bukan hanya tentang jarak, tapi juga tentang keterbatasan untuk mengungkapkan apa yang seharusnya diucapkan. Ia bisa muncul tanpa sebab, dan seringkali menetap terlalu lama.

Kata-kata lain yang tak kalah menyayat adalah:

> “Kalau saja waktu bisa diputar ulang, aku ingin kembali ke detik itu—detik di mana aku belum mengenalmu, agar aku tak perlu merindukanmu seperti ini.”

Di sinilah kekuatan Prilly sebagai penulis terlihat: ia mampu menangkap gejolak batin yang tak terucap, dan menyulapnya menjadi kalimat-kalimat puitis yang sederhana namun mengena.

BACA JUGA:10 Kata-Kata Memuji dalam Bahasa Korea yang Manis dan Bikin Hati Hangat, Wajib Tahu!

Lima Detik yang Mengubah Segalanya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait