Review Jujur Ballerina: Eve Macarro Bersinar dalam Aksi Brutal Dunia John Wick
Review film Ballerina (2025)--
Radarpena.disway.id, Jakarta - Setelah sekian lama dinantikan, film Ballerina akhirnya tayang pada Juni 2025 dan langsung mencuri perhatian penonton global. Dibintangi Ana de Armas sebagai pemeran utama, film ini menjadi spin-off pertama dari semesta aksi fenomenal John Wick, dan membawa energi baru melalui karakter wanita yang tak kalah mematikan.
Kisah Balas Dendam Seorang Penari
Eve Macarro (Ana de Armas) adalah seorang balerina yang juga merupakan pembunuh terlatih. Setelah ayah angkatnya tewas dibunuh secara brutal, Eve meninggalkan panggung seni dan menapaki jalan berdarah penuh dendam. Dalam prosesnya, ia menyelami dunia gelap yang sama seperti John Wick—penuh peraturan, hierarki misterius, dan kekerasan tanpa kompromi.
Meski premisnya klasik—balas dendam karena kehilangan orang tercinta—Ballerina menghadirkan warna baru lewat sudut pandang karakter wanita dan elemen emosional yang lebih halus.
BACA JUGA:Fakta Omniscient Reader: Film Action Bertabur Bintang Jisoo BLACKPINK hingga Lee Min Ho
Ana de Armas: Kombinasi Anggun dan Mematikan
Ana de Armas tampil sangat solid sebagai Eve. Ia bukan hanya tampil memesona secara visual, tapi juga menunjukkan kemampuan fisik dan ekspresi emosi yang meyakinkan. Dari duel pisau hingga tembak-menembak di gang sempit, de Armas tampil luwes sekaligus brutal. Tidak mengherankan jika ia dianggap berhasil menjadi "John Wick versi perempuan" tanpa terasa dipaksakan.
Eve bukan pahlawan sempurna, tapi justru di situlah kekuatannya. Ia rapuh namun teguh, keras tapi menyimpan luka. Sebuah peran kompleks yang dimainkan de Armas dengan presisi.
Aksi Tanpa Ampun dengan Sentuhan Elegan
Salah satu kekuatan utama Ballerina tentu saja terletak pada adegan aksi. Disutradarai oleh Len Wiseman dan dikoreografikan oleh tim di balik John Wick, film ini menyuguhkan laga dengan gaya khas—brutal, koreografis, dan artistik. Beberapa adegan bahkan terasa eksperimental: pertarungan dengan flamethrower, tembak-menembak sambil meluncur di atas es, hingga konfrontasi penuh asap dan cahaya merah menyala. Semua ini membuat pengalaman menonton terasa seperti pertunjukan seni kekerasan yang indah.
BACA JUGA:Teror Horor Keluarga Smurl: Kisah Nyata yang Menginspirasi Film Mengerikan Sepanjang Abad
Kekurangan: Cerita Tipis, Karakter Pendukung Kurang Dalam
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: