Kasus Mona Fandey: Antara Mistik, Politik, dan Pembunuhan Paling Mengerikan di Malaysia
Mona Fandey, penyanyi gagal banting setir jadi dukun--Dimas Satriyo
> “Aku takkan mati.”
Dampak Budaya dan Hukum
Kasus ini menjadi titik balik bagi sistem hukum Malaysia. Ini adalah salah satu kasus terakhir yang menggunakan sistem juri, sebelum dihapuskan pada 1995. Ketakutan bahwa opini juri dapat dipengaruhi oleh liputan media dan popularitas kasus menjadi salah satu alasan perubahan itu.
Selain itu, kisah ini menginspirasi berbagai karya fiksi—film Dukun (2018), misalnya, yang sempat ditunda penayangannya selama lebih dari 10 tahun karena kemiripan dengan kasus ini. Sosok Mona pun menjelma menjadi semacam legenda urban, dikenal sebagai “penari maut” yang tersenyum menuju tiang gantungan.
BACA JUGA:Penyelidikan Kisah Horor Keluarga Smurl: Ketika Rumah Menjadi Neraka selama 13 Tahun
Penutup
Kasus Mona Fandey lebih dari sekadar kisah kriminal. Ia membuka mata publik tentang bahaya mistik yang dikomersialkan, kemunafikan politik, serta kompleksitas antara kepercayaan dan hukum. Di balik wajah cantiknya yang tenang, tersimpan kisah kelam tentang ambisi, penipuan, dan pembunuhan yang tak terlupakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: