Fenomena 'Manusia Tikus' di Negeri Tirai Bambu, Indonesia Jangan Tiru!
Fenomena Manusia Tikus di China--
"Ini bukan soal malas. Ini tentang kelelahan arah hidup dan memilih keluar dari sistem demi kesehatan mental," ujar pelatih karier dan presiden Chartered Institute of Public Relations, Advita Patel dikutip dari Fortune.
Gen Z Global Hadapi Nasib Serupa
Fenomena ini tak hanya terjadi di China. Gen Z di negara lain seperti AS dan Eropa juga mengalami tekanan yang sama. Banyak yang memilih hidup sebagai NEET (Not in Employment, Education or Training) secara sukarela, atau menerapkan konsep bare minimum Mondays dan quiet quitting.
Data menunjukkan, lebih dari 4 juta Gen Z di AS saat ini menganggur. Di China, 1 dari 6 anak muda tak memiliki pekerjaan, menurut data Februari 2025.
Menurut pakar, meskipun "check out" dari dunia kerja bisa memberi ketenangan sementara, namun dalam jangka panjang bisa memperparah kondisi mental dan memperkecil peluang kerja.
BACA JUGA:50 Kumpulan Ucapan Perpisahan Untuk Sahabat yang Menyentuh dalam Bahasa Inggris dan Artinya
"Yang perlu diingat, mengambil jeda bukan masalah, selama itu hanya sementara. Gen Z masih cukup muda untuk menemukan kembali arah hidup dan karier mereka," ujar psikoterapis Eloise Skinner.
Ia menyarankan agar masa jeda digunakan untuk mengeksplorasi minat dan mencari kembali semangat hidup. "Tanyakan pada diri sendiri: Apa yang membuat saya bersemangat? Masalah besar apa di dunia yang ingin saya bantu selesaikan?"
Skinner memperingatkan agar tidak memamerkan gaya hidup "rat people" di media sosial, karena bisa jadi bumerang saat melamar pekerjaan. "Rekruter bisa saja menilai sikap tersebut bertentangan dengan nilai perusahaan," kata ia.
BACA JUGA:Mesra di Rumah Aja! 7 Ide Kegiatan Romantis Bareng Pasangan, Cocok Buat Pengantin Baru
Bagi yang siap kembali bekerja, mulailah secara perlahan. "Kamu tidak harus punya semua jawaban sekarang," kata Leona Burton, pendiri komunitas Mums in Business International. "Cukup lakukan satu hal positif setiap hari. Entah itu melamar pekerjaan paruh waktu, mulai usaha kecil, atau sekadar jalan pagi tanpa ponsel. Setiap langkah kecil berarti," ujarnya menambahkan.
Pesannya sederhana namun kuat: "Kamu tidak tertinggal, kamu tidak rusak, dan kamu tidak sendirian, tapi kamu tetap harus melakukan sesuatu dan berubah."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: