Berkaca dari Tragedi Air India 171: Apakah Benar Kursi 11A Jadi Posisi Duduk yang Paling Aman di Pesawat?
Barang yang dilarang naik kabin pesawat --pexels.com/Jeffry Surianto
BACA JUGA:Viral Penumpang Merokok Elektrik di Pesawat Business Class, Garuda Indonesia Buka Suara
Faktor-faktor ini membuat bagian belakang kurang nyaman untuk perjalanan panjang.
Sebaliknya, kursi di bagian depan justru lebih rentan terkena dampak langsung saat terjadi kecelakaan, karena berada di titik benturan awal.
Hal ini menjadikan bagian depan lebih berisiko jika pesawat mengalami benturan keras saat lepas landas atau mendarat.
Bukti Lain dari Dunia Penerbangan
Jurnalis Inggris, Max Foster, setelah meneliti kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines di Kazakhstan, menemukan pola serupa.
Data dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menunjukkan bahwa penumpang di depan memiliki tingkat keselamatan sekitar 49%, kursi di sekitar sayap sedikit lebih baik dengan 59%, dan yang terbaik adalah kursi di belakang dengan angka selamat mencapai 69%.
Namun, Federal Aviation Administration (FAA) menegaskan bahwa tidak ada bagian pesawat yang bisa diklaim sebagai “paling aman” secara mutlak.
BACA JUGA:8 Langkah Beli Tiket Pesawat Menggunakan Aplikasi Shopee, Anti Ribet banyak Keuntungannya
Faktor keselamatan bergantung pada jenis kecelakaan, kekuatan benturan, kondisi cuaca, serta respons awak kabin dan penumpang sendiri.
Jadi, meski posisi duduk bisa jadi faktor penentu, yang paling penting adalah kesadaran dan kesiapan penumpang dalam mengikuti prosedur keselamatan yang diberikan.
Respons cepat dan disiplin saat situasi darurat justru menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa.
Meski posisi duduk mungkin memberi peluang, pada akhirnya takdirlah yang berbicara, sebuah kenyataan bahwa ada hal-hal di luar kendali kita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: