Romo Eksorsis di Indonesia: Penjaga Iman dalam Pertarungan Spiritual
Romo Eksorsis di Indonesia--
Salah satu nama yang dikenal dalam pelayanan eksorsisme adalah Romo Bagus Dwiko SJ, seorang imam Jesuit yang aktif di Parmas Surakarta.
Sejak tahun 2014, Romo Dwiko telah menangani berbagai kasus kerasukan yang beragam, mulai dari gangguan ringan hingga entitas jahat yang mengaku sebagai Lucifer.
“Tugas eksorsis bukan menyembuhkan setan, tapi memaksanya keluar dan kembali ke neraka,” ujar Romo Dwiko.
Ia tak pernah bekerja sendiri. Dalam setiap ritual, ia didampingi tim pendoa, medis, dan pengamat rohani.
Kasus-kasus yang ia hadapi tak jarang berkaitan dengan pesugihan, pusaka gaib, hingga praktik perdukunan.
BACA JUGA:Cerita Horor Nyata! Bukan Sekadar Warisan, Teror Perewangan di Rumah Tua Nenek
Romo Santis dan Imam Eksorsis Lainnya
Selain Romo Dwiko, terdapat juga Romo Santis dari Keuskupan Tanjung Karang, yang dikenal aktif menangani kasus spiritual ekstrem.
Bersama beberapa imam lain seperti Pastor Yudhis dan Pastor Elis Handoko SCJ, mereka menjalankan misi eksorsisme dengan pendekatan pastoral dan prosedur resmi gereja.
Gereja Katolik Indonesia sendiri mengikuti prinsip kanonik internasional, bahwa setiap tindakan eksorsisme harus melalui skrining medis dan psikologis terlebih dahulu.
BACA JUGA:Teror Horor Keluarga Smurl: Kisah Nyata yang Menginspirasi Film Mengerikan Sepanjang Abad
Bagaimana Eksorsisme Dilakukan?
Dalam ritual eksorsisme, imam biasanya menggunakan:
- Doa-doa eksorsisme resmi Gereja Katolik (Rituale Romanum),
- Air suci, minyak suci, salib, dan Kitab Suci,
- Proses pendampingan doa selama berjam-jam, bahkan berhari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: