Cerita Horor! Kisah Nyata Mantra Penangkal Arwah Ayah, Jangan Percaya Kebaikan Orang
Ilustrasi kisah nyata sosok ayah yang muncul di dalam dunia nyata dan ternyata memiliki keterkaitan dengan calon suami Melisa.-Youtube-Hirotada Radifan
Melisa menganggap bahwa Farhan merupakan sosok penyelamat dalam hidupnya setelah kepergian sang ayah.
Farhan merupakan sosok yang keren, tampan, dan memiliki banyak uang sungguh sangat membantu dalam kehidupan Melisa. Terlebih saat harus mengurusi sang ibu yang rutin melakukan pengecekan usai menderita stroke ringan.
Ketika Melisa tak sanggup menemani pengecekan ibu, Farhan lah yang selalu sedia untuk mengantar dan menemani, serta membantu dalam biayanya.
Namun kisah cinta mereka tak berjalan mulus, karena dari pihak ibu Farhan kurang menerima Melisa sebagai pasangan anaknya. Yang diketahui memang keluarga Farhan merupakan dari kalangan atas yang berbanding jauh dengan keluarga Melisa yang hanya kalangan biasa saja.
Namun dengan waktu berjalan, keluarga Farhan mulai menerima Melisa dan tak lama mereka melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan.
Segala persiapan untuk pernikahan mereka telah diatur oleh pihak keluarga Farhan. Hal ini dikarenakan semua biaya memang ditanggung oleh keluarga Farhan. Membuat Melisa tak punya kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya.
Surat Mantra Bawah Kasur Ibu dan Terbongkarnya Fakta Mencengangkan
Sewaktu Farhan melakun perjalanan bisnis ke luar negeri, Melisa seorang diri yang merawat sang ibu. Kala itu Melisa ingin membalikan tubuh ibu dan juga membalikan kasur. Saat membalikan kasur, Melisa melihat surat seperti mantra yang tersimpan di bawah kasur ibu.
Awalnya, ia kira ini merupakan kertas peninggalan sang ayah, karena memang ayahnya menyukai dunia mistis yang sebenarya tak disukai oleh ibu dan Melisa.
Melihat surat mantra tersebut, Melisa langsung membuang kertas tersebut ke tong sampah. Tak berselang lama ada suara bunyi keras dari dalam lemari kamar ibu. Melisa dan ibu ketakutan, namun mereka mencoba untuk memberanikan diri. Ketika pintu lemari dibuka, ternyata ada keris peninggalan ayah yang bergerak kencang sendiri. Dan tak lama keris itu berhenti. Namun tiba-tiba terdengar suara ayah, seperti sedang menyanyi lagu kejawen. Seperti hari-hari biasa yang dilakukan ayah ketika hendak memandikan kerisnya.
Setelah surat mantra itu dibuang, banyak kejadian horor yang dialami oleh ibu dan Melisa. Bahkan mereka sering melihat sosok ayah tanpa baju yang dipenuhi dengan tanah.
Tidak hanya sekali, namun juga beberapa kali. Seperti sang ibu yang melihat sosok ayah di rumah bahkan meminta kopi. Melisa juga beberapa kali melihat sosok sang ayah ketika dikantor dan juga dirumah. Kondisi tersebut membuat mereka tak nyaman serta ketakutan sendirinya.
Yang paling gongnya adalah ketika pak ustad bertamu dan melihat kondisi mereka, mencoba melihat keris sang ayah dan membawanya pergi. Setelah pak ustad keluar rumah, tak selang lama pintu rumah kembali terketuk. Dan ketika Melisa mengintip dari jendela, ia melihat sosok sang ayah sedang menegetuk pintu sambil meminta untuk dibukan pintu. Tentunya membuat ibu dan Melisa ketakutan.
Sampai pada ahirnya ibu berucap "Mas, kamu sudah meninggal. Besok kami ke kuburan untuk mendoakanmu." Kalimat tersebut juga disambung oleh Melisa dengan mengatakan "Ia pak, ayah sudah meninggal. Besok kami ke kuburuan untuk mendoakan bapak".'
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: