Duka Satu Negara untuk Ibu Gajah: Ketika Alam Menangis Diam-diam

Duka Satu Negara untuk Ibu Gajah: Ketika Alam Menangis Diam-diam

Duka dan simpati dunia pada induk gajah yang kehilangan anaknya akibat ditabrak Truk di Malaysia--

Tragedi ini menyuarakan satu pesan penting: bahwa pembangunan dan kemajuan tidak boleh menelan kehidupan satwa liar.

Jalan raya yang membelah hutan tanpa jalur penyeberangan adalah bencana yang menunggu waktu.

Aktivis lingkungan, akademisi, hingga pejabat pemerintah kini menyerukan satu suara pemerintah harus bertindak.

Harus ada kebijakan yang melindungi habitat satwa, rambu-rambu yang jelas, dan infrastruktur yang ramah bagi semua makhluk hidup, bukan hanya manusia.

BACA JUGA:Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah Resmi Dibuka Kembali dengan Wajah Baru

BACA JUGA:Kejamnya, Seekor Gajah Sumatera di Aceh Dibunuh Gadingnya Diambil Pemburu

 

Saat Kita Menangis Bersama Alam

Kematian si kecil gajah mungkin hanya satu dari sekian banyak tragedi satwa yang terjadi setiap tahun.

Tapi ada sesuatu yang berbeda kali ini: duka sang induk mampu menembus layar ponsel dan mengetuk hati jutaan orang.

 

Dan hari itu, untuk sesaat, satu negara ikut menangis. Untuk ibu gajah. Untuk alam yang kehilangan anaknya. Dan untuk kita semua yang mulai lupa bahwa bumi ini bukan milik manusia saja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait