Profil Hayao Miyazaki Dibalik Viralnya Studio Ghibli
Hayao Miyazaki--
Radarpena.co.id, Jakarta - Visual yang kaya akan nuansa animasi, cat air, dan akrilik ini langsung menjadi viral di media sosial. Namun, siapa sosok di balik estetika ikonik ini? Tak lain adalah Hayao Miyazaki, pendiri sekaligus sutradara legendaris dari Studio Ghibli.
Lahir pada 5 Januari 1941 di Tokyo, Jepang, Hayao Miyazaki tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan dunia penerbangan. Mengutip Wikipedia, ayahnya, Katsuji Miyazaki, adalah direktur perusahaan Miyazaki Airplane yang memproduksi komponen pesawat tempur selama Perang Dunia II. Keadaan ini membuat keluarganya tetap hidup dalam kemakmuran di masa sulit.
Sejak kecil, Miyazaki tertarik dengan seni menggambar. Ia mulai menekuni manga, tetapi kesulitan dalam menggambar manusia. Miyazaki akhirnya lebih banyak menggambar pesawat, tank, dan kapal perang.
BACA JUGA: Link Nonton Film Anime Solo Leveling Season 1 Plus Link Baca Komiknya
Sosok yang sangat memengaruhinya kala itu adalah Osamu Tezuka. Namun kemudian, ia menyadari bahwa meniru gaya Tezuka justru menghambat perkembangan artistiknya.
Setelah menempuh pendidikan di Toyotama High School, Miyazaki melanjutkan studinya di Universitas Gakushuin dengan jurusan Ilmu Politik dan Ekonomi. Meskipun demikian, kecintaannya pada seni tetap kuat.
Ia aktif dalam klub penelitian sastra anak-anak, yang merupakan wadah bagi pecinta manga.
BACA JUGA:ASURAJANG! Game Battle Royale Anime Gratis yang Siap Mengguncang PC Maret 2025
Awal Karier di Industri Animasi
Karier Miyazaki dimulai di Toei Animation pada tahun 1963 sebagai animator pemula. Salah satu proyek pertamanya adalah Gulliver’s Travels Beyond the Moon, di mana ia memberikan ide yang akhirnya digunakan sebagai akhir film.
Keahliannya berkembang pesat, dan ia mulai terlibat dalam berbagai proyek animasi besar. Pada 1979, Miyazaki mendapatkan kesempatan untuk menyutradarai film panjang pertamanya, Lupin III: The Castle of Cagliostro.
Film ini mendapat banyak pujian meskipun tidak langsung sukses secara komersial. Namun, film berikutnya, Nausicaä of the Valley of the Wind (1984), mengubah segalanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: