Penjelasan tentang Hantu Dalam Pandangan Sains
Hantu menurut sains--
Banyak orang mengaku bahwa pengalaman aneh dan gaib sering disertai dengan adanya perubahan suhu yang tiba-tiba, atau berada di tempat yang menjadi semakin dingin. Hal ini dianggap bahwa hantu lah yang menyerap panas dan menyebabkan beberapa titik menjadi lebih dingin. Padahal dalam fisika sudah dijelaskan bahwa perbedaan suhu yang drastis ini adalah hal yang biasa. Fenomena ini biasanya disebut dengan konveksi yang disebabkan oleh perbedaan tegangan yang berbanding terbalik dengan suhu atau temperatur. Udara yang panas akan naik ke tempat yang lebih tinggi, begitu juga sebaliknya dingin ke tempat yang rendah.
Selain hal tersebut, para peneliti juga mengkaji hubungan antara saraf manusia dengan medan elektromagnetik. Ternyata menurut ahli bedah saraf, Michael Persinger yang berasal dari Kanada menyatakan bahwa, “medan magnet yang tidak kentara yang berada di bawah kesadaran manusia dapat menciptakan persepsi akan kehadiran makhluk gaib”.
BACA JUGA:7 Tempat Paling Angker di Bogor yang Dipercaya Berhantu
Gelombang suara dengan frekuensi 20 Hz atau gelombang infrasonic juga berpengaruh dalam hal ini. Sebagaimana diketahui bahwa manusia normal hanya bisa mendengar suara antara 20 Hz – 20.000 Hz. Bila manusia menerima frekuensi dibawah 20 Hz, matanya akan bergetar dan menyebabkan distorsi penglihatan dna penerjemahan di otak yang mereka sebut sebagai hantu. Kadang-kadang sampai mual, paranoid, gelisah bahkan merinding. Selain fenomena alam seperti angin, suara frekuensi rendah juga berasal dari alat-alat rumah tangga seperti kipas angin.
Fenomena mengalami ketindihan saat tidur, seolah-olah melihat bayangan atau perasaan dikejar tapi tidak bisa bergerak, berjalan, dan berbuat apa-apa. Peristiwa ini sama sekali bukan karena hantu, melainkan kondisi yang dinamakan sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Dalam kondisi ini, adanya ketidak sinkronan antara pikiran yang sadar dengan tubuh yang rileks, terutama pada fase rapid eye movement (REM).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: