CIMB Niaga Bukukan Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I-2026, Ditopang Fee-Based Income

CIMB Niaga Bukukan Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I-2026, Ditopang Fee-Based Income

CIMB Niaga--

radarpena.co.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun, atau tumbuh 4,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) serta fundamental bisnis yang tetap solid.

“Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didukung kinerja pendapatan yang baik dan pertumbuhan fee-based income yang solid,” ujar Lani dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

BACA JUGA:Video Viral! WNI 'Tengil' Merokok di Area Terlarang Jepang, Bikin Geram Seluruh Negeri

Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan CIMB Niaga tercatat sebesar Rp235,1 triliun atau tumbuh 2,2% yoy. Pertumbuhan kredit didorong oleh segmen usaha kecil dan menengah (UKM) yang naik 1,2% serta kredit konsumer yang tumbuh 0,2%. Sementara itu, kredit ritel juga mengalami peningkatan, terutama dari Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang naik 4%.

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di bawah rata-rata industri. Biaya kredit juga tercatat stabil di bawah 1%.

Di sisi pendanaan, CIMB Niaga berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp260,1 triliun, meningkat 2,3% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA) yang melonjak 12,2% menjadi Rp192,3 triliun, dengan rasio CASA mencapai 73,9%.

Untuk likuiditas dan permodalan, CIMB Niaga mencatat loan to deposit ratio (LDR) sebesar 89,2% dan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,3%, yang mencerminkan kondisi permodalan yang kuat.

BACA JUGA:PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Catat Pertumbuhan 2-digit di Kuartal I 2026, Fokus pada Produktivitas dan Eksp

Selain itu, transformasi digital terus menunjukkan hasil positif. Hingga kuartal I-2026, sebanyak 90,6% transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital.

Dalam aspek keberlanjutan, CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp60,2 triliun atau setara dengan hampir 26% dari total portofolio pembiayaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 43% atau Rp25,7 triliun disalurkan ke sektor UMKM.

Menurut Lani, pencapaian ini mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung pembiayaan yang inklusif serta agenda dekarbonisasi.

Ke depan, CIMB Niaga akan terus memperkuat pendapatan inti melalui fee-based income, menjaga margin dengan optimalisasi dana murah, serta memperluas pembiayaan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: