HET Minyakita Bakal Naik? Pemerintah Mulai Evaluasi Harga Setelah 3 Tahun

HET Minyakita Bakal Naik? Pemerintah Mulai Evaluasi Harga Setelah 3 Tahun

Minyak Goreng Minyakita-Disway/Bianca Khairunnisa-

radarpena.co.id - Kabar penting bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Pemerintah secara resmi mulai mengkaji ulang Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita yang saat ini dipatok di angka Rp15.700 per liter.

Langkah ini diambil setelah harga minyak goreng subsidi tersebut tidak mengalami penyesuaian selama lebih dari tiga tahun, sementara biaya produksi di lapangan terus merangkak naik.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa evaluasi ini adalah hal yang wajar. Menurutnya, dinamika biaya produksi dan rantai distribusi sudah jauh berbeda dibandingkan tiga tahun lalu.

BACA JUGA:Harga Minyakita Melonjak? Mentan Amran Siap Turun Tangan dan Cabut Izin Produsen Nakal!

“Sudah lebih dari tiga tahun, tentu perlu disesuaikan. Namun, semua akan dihitung secara matang sebelum ada keputusan final,” ujar Budi usai rapat koordinasi di Jakarta (22/4/2026).

Saat ini, data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan harga Minyakita di pasar sudah mulai "curi start" dengan menyentuh angka Rp15.900 per liter, sedikit melampaui batas HET yang berlaku.

Strategi Pemerintah: Perkuat Peran BUMN Pangan

Tak hanya soal harga, pemerintah juga tengah merombak strategi distribusi agar stok tidak langka. Berikut adalah beberapa poin rencana strategisnya:

  • Peningkatan Kuota Distribusi: BUMN Pangan ditargetkan memegang kendali distribusi minimal 35 persen untuk menjamin stabilitas pasokan di pasar tradisional.
  • Kolaborasi Bulog & ID FOOD: Penyaluran tidak lagi hanya bertumpu pada Perum Bulog, tetapi juga akan melibatkan holding pangan ID FOOD.
  • Evaluasi Program Bantuan Pangan: Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mencatat bahwa program bantuan sosial sempat menyerap stok Minyakita secara besar-besaran, yang memicu kenaikan harga di pasar umum.

BACA JUGA:Sinyal MinyaKita Langka di Pasar, Bulog Minta Tambah Kuota 65 Persen!

Nasib Daya Beli Masyarakat Jadi Prioritas

Pemerintah menyadari bahwa kenaikan HET adalah isu sensitif. Oleh karena itu, usulan perubahan harga ini tidak diputuskan secara sepihak, melainkan melibatkan:

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk audit perhitungan biaya.

Kementerian Terkait untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Evaluasi Skema Bansos agar bantuan pangan ke depannya menggunakan berbagai merek minyak goreng, sehingga pasokan Minyakita murni kembali ke pasar untuk rakyat.

Hingga saat ini, angka pasti kenaikan belum ditetapkan. Pemerintah masih menunggu hasil kajian teknis sebelum mengetok palu dalam rapat lanjutan mendatang.

Kesimpulan: Rencana penyesuaian HET Minyakita bertujuan untuk menyeimbangkan beban produsen dengan kemampuan bayar konsumen, sekaligus memastikan minyak goreng murah ini tidak lagi hilang dari peredaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: