Sinyal MinyaKita Langka di Pasar, Bulog Minta Tambah Kuota 65 Persen!
Minyak Goreng Minyakita-Disway/Bianca Khairunnisa-
radarpena.co.id - Stok MinyaKita yang mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional membuat Perum Bulog bergerak cepat. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan penambahan kuota kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) demi menormalkan kembali pasokan di masyarakat.
Langkah ini diambil setelah adanya koordinasi intensif dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman.
Penyebab MinyaKita Langka
Ternyata, penyebab utamanya adalah keterbatasan kuota distribusi. Saat ini, Bulog harus "berbagi peran" dalam mengelola stok MinyaKita yang terbatas untuk dua kebutuhan besar:
BACA JUGA:Kabar Gembira! Bansos Beras 20 Kg & Minyak Goreng 4 Liter Cair Jelang Lebaran 2026
- Pasokan Pasar: Menjaga harga minyak goreng tetap stabil untuk konsumen umum.
- Bantuan Pangan: Menyalurkan paket bantuan kepada lebih dari 33 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
"Kami harus pintar-pintar membagi alokasi; separuh ke bantuan pangan, separuh ke pasar. Keterbatasan DMO (Domestic Market Obligation) ini menjadi tantangan di tengah kebutuhan yang terus melonjak," ujar Rizal di Jakarta, Senin (13/4).
Ajukan Penambahan Kuota 65%
Untuk mengakhiri kelangkaan ini, Bulog tidak main-main. Berikut adalah poin-poin penting dari strategi yang sedang dijalankan:
- Usulan Kuota Baru: Bulog mengajukan penambahan kuota DMO hingga 65 persen.
- Prioritas Pasca Lebaran: Setelah sukses menjaga stabilitas harga selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, fokus kini beralih pada kelancaran bantuan pangan dan pengisian stok pasar daerah yang kosong.
- Komposisi Distribusi: Saat ini, dari total kuota BUMN, Bulog memegang porsi terbesar (70%), disusul ID Food (20%), dan Agrinas Palma Nusantara (10%).
BACA JUGA:Prabowo dan Putin Bertemu di Kremlin! Kerja Sama Energi hingga Antariksa Melejit
Kabar Baik untuk Masyarakat
Rizal optimistis jika penambahan kuota ini disetujui, distribusi MinyaKita akan berjalan lebih optimal dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Artinya, masyarakat tidak perlu lagi khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga minyak goreng bersubsidi dalam waktu dekat.
Dengan intervensi ini, diharapkan ketersediaan barang di pasar kembali melimpah, sekaligus memastikan jutaan keluarga penerima manfaat tetap mendapatkan hak bantuan pangan mereka secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: