Stok BBM Nasional, BPH Migas: Pertalite Tahan 18 Hari, Pertamax 22 Hari

Stok BBM Nasional, BPH Migas: Pertalite Tahan 18 Hari, Pertamax 22 Hari

Ilustrasi pengisian bbm-Istimewa-

radarpena.co.id - BPH Migas memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan hingga 7 April 2026 stok BBM jenis Pertalite (RON 90) tercatat mampu bertahan hingga 18,1 hari dengan volume mencapai 1,5 juta kiloliter.

“Untuk RON 90 atau Pertalite, coverage day mencapai 18,1 hari dan statusnya sangat aman,” ujarnya dalam rapat bersama DPR, Rabu (8/4/2026).

Selain Pertalite, stok BBM jenis lain juga dalam kondisi aman. Untuk Pertamax (RON 92), cadangan mencapai 22,1 hari dengan volume lebih dari 382 ribu kiloliter.

Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) memiliki ketahanan stok paling panjang, yakni hingga 46,5 hari.

BACA JUGA:Harga BBM Melambung, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum di Islamabad Selama 30 Hari!

“Artinya seluruh jenis bensin dalam kondisi aman dan distribusi ke masyarakat berjalan lancar,” jelas Anas.

Stok Solar dan Dex Terkendali

Untuk kategori gasoil atau solar, BPH Migas mencatat:

  • Solar (CN 48): 16,5 hari
  • Pertamina Dex (CN 53): 64,5 hari

Menurut Anas, pergerakan stok BBM jenis ini bersifat dinamis karena tingginya konsumsi masyarakat. Namun, pasokan tetap terjaga berkat produksi kilang yang berjalan normal.

Ia juga memastikan koordinasi dengan Pertamina terus dilakukan agar distribusi dan produksi tetap stabil tanpa gangguan.

BACA JUGA:Kebijakan WFH Tiap Jumat, Pramono: Tekan Biaya BBM Kendaraan Pribadi

Stok Avtur Capai 28 Hari

Untuk bahan bakar pesawat (avtur), ketahanan stok nasional saat ini berada di angka 28,1 hari.

Kondisi ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penerbangan domestik maupun internasional dalam waktu dekat.

Selain memastikan stok, BPH Migas juga melaporkan realisasi penyaluran BBM sepanjang triwulan pertama 2026:

  • Solar (JBT): 4,5 juta KL dari kuota 18,6 juta KL
  • Pertalite (JPKP): 6,88 juta KL dari kuota 29,26 juta KL (23,52%)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: