Pabrik Baterai EV Terbesar di Asia Diresmikan Prabowo, Siapa yang Untung dan Apa Dampaknya Bagi Lingkungan?

Pabrik Baterai EV Terbesar di Asia Diresmikan Prabowo, Siapa yang Untung dan Apa Dampaknya Bagi Lingkungan?

Ilustrasi pabrik baterai EV untuk mendukung kendaraan listrik di Indonesia. -dhimas fin-

Data Gaikindo menunjukkan dinamika menarik dalam preferensi konsumen Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi.

Peningkatan Pesat Penjualan Mobil Hybrid (HEV): 

Data Gaikindo menunjukkan penjualan Mobil Hybrid Electric Vehicle (HEV) di Indonesia justru mengalami peningkatan signifikan. 

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Sulawesi Barat: Wacana Pembentukan Dua Kabupaten Baru Kembali Hangat

Pada Januari-Mei 2024, total penjualan HEV mencapai 21.485 unit. Angka ini melonjak menjadi 22.819 unit pada periode yang sama di tahun 2025. 

Ada kenaikan sekitar 1.334 unit. Ini mengindikasikan konsumen Indonesia masih melihat HEV sebagai jembatan yang menarik menuju elektrifikasi.

Pemain Utama HEV: 

Toyota mendominasi pasar HEV dengan penjualan 13.814 unit pada Januari-Mei 2025. Model terlaris adalah All New Kijang Innova Zenix Q CVT TSS 2.0 HEV (CKD, Indonesia) yang berkontribusi 4.698 unit.

Penurunan Minat Pembelian Mobil Listrik Baterai (BEV): 

Sementara itu, segmen Battery Electric Vehicle (BEV) menunjukkan tren yang berbeda. Pada Januari-Mei 2024, penjualan BEV mencapai 13.175 unit. 

Namun, pada periode yang sama di tahun 2025, angka tersebut menurun drastis menjadi 8.662 unit, menandakan penurunan minat pembelian sekitar 4.513 unit.

Kukuh Kumara menjelaskan penurunan ini disebabkan oleh tekanan daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil. 

"Secara ekonomi kan juga lagi berat gitu kan. Jadi orang cenderung untuk menunda ataupun ya untuk sementara belum beli mobi. Apalagi mobil listrik juga ya," ujarnya. 

BACA JUGA:5 Tempat Wisata Dekat Malioboro yang Seru dan Edukatif untuk Liburan Keluarga

Selain itu, harga mobil listrik yang masih relatif mahal menjadi penghalang utama. 

"Karena mobil listrik ini juga harganya relatif masih mahal ya. Walaupun ada juga yang murah. Karena harganya itu di atas, rata-rata di atas Rp400-Rp500 juta," terang Kukuh.

Sementara mayoritas masyarakat Indonesia mencari mobil di bawah Rp300 juta.

Pemain Utama BEV: 

Wuling masih menjadi pemain dominan di pasar BEV dengan penjualan 8.093 unit pada Januari-Mei 2024. Model favorit masyarakat adalah Wuling Binguo 410 KM DC, dengan produksi hingga 4.125 unit.

5 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia (Januari-Juni 2025)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: