Jalur Pendakian Gunung Tambora Resmi Ditutup, Ini Alasannya

Jalur Pendakian Gunung Tambora Resmi Ditutup, Ini Alasannya

Gunung Tambora--Wikipedia - Jialiang Gao

MATARAM, RADARPENA.CO.ID - Aktivitas pendakian menuju Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk sementara resmi dihentikan.

Balai Taman Nasional Tambora menutup seluruh jalur pendakian sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pengunjung sekaligus perlindungan ekosistem kawasan konservasi.

Keputusan penutupan ini mulai berlaku 28 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan. Selama periode tersebut, tidak ada aktivitas wisata pendakian yang diperbolehkan di kawasan Taman Nasional Tambora.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Aziz Bakri, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk kepentingan bersama.

“Seluruh aktivitas wisata pendakian di Taman Nasional Tambora kami tutup sementara,” ujar Aziz, dalam keterangannya.

BACA JUGA:Deretan Motor Baru di Indonesia Sepanjang 2025: Dari Skutik Rp15 Jutaan hingga Superbike Rp1,4 Miliar

Antisipasi Risiko dan Pemulihan Alam

Menurut Aziz, penutupan jalur pendakian bukan semata-mata pembatasan wisata, melainkan langkah strategis untuk menghindari risiko kecelakaan di tengah kondisi lingkungan yang belum ideal. Kebijakan ini juga bertujuan melindungi para pendaki, pemandu, porter, hingga petugas lapangan yang bertugas di kawasan tersebut.

Di sisi lain, masa penutupan dimanfaatkan sebagai waktu pemulihan alami bagi ekosistem Tambora.

“Kami ingin keanekaragaman hayati di kawasan taman nasional tetap terjaga dan lestari,” jelasnya.

Balai Taman Nasional Tambora memastikan akan mengumumkan kembali pembukaan jalur pendakian melalui kanal resmi setelah kondisi cuaca dan lingkungan dinyatakan aman untuk kegiatan wisata.

BACA JUGA:Buruh Protes UMP 2026, Airlangga Hartarto: UMP Itu Jaring Pengaman, Bukan Gaji Ideal

Tambora, Gunung Bersejarah Dunia

Sebagai informasi, Taman Nasional Gunung Tambora berada di wilayah administratif Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, NTB. Kawasan ini dikenal luas karena memiliki kaldera raksasa di ketinggian sekitar 2.850 meter di atas permukaan laut, yang menjadi daya tarik utama bagi pendaki dan peneliti.

Kaldera tersebut terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Tambora pada tahun 1815, yang tercatat sebagai salah satu letusan gunung api terbesar sepanjang sejarah manusia. Letusan ini memiliki skala Volcanic Explosivity Index (VEI) 7, menjadikannya letusan terbesar sejak peristiwa Gunung Taupo.

Berkat nilai geologis, ekologis, dan sejarahnya yang luar biasa, Gunung Tambora resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 20 November 2017 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: