Makna Sebambangan: Tradisi Kawin Lari dalam Adat Lampung

Makna Sebambangan: Tradisi Kawin Lari dalam Adat Lampung

Pakaian adat lampung Saibatin-Tangkapan Layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sebambangan adalah salah satu tradisi pernikahan unik yang masih dilestarikan oleh masyarakat Lampung.

Dalam praktiknya, sebambangan sering diartikan sebagai kawin lari, di mana seorang laki-laki “membawa lari” perempuan yang menjadi calon istrinya.

Namun, makna di balik sebambangan tidak sesederhana itu, karena sarat dengan nilai budaya, simbol penghormatan, serta norma adat yang berlaku di masyarakat Lampung.

Apa Itu Sebambangan?

Sebambangan merupakan tradisi adat pernikahan masyarakat Lampung Saibatin maupun Pepadun.

Dalam praktiknya, seorang laki-laki akan membawa gadis pilihannya ke rumah kerabat atau keluarga besarnya, kemudian keluarga pihak laki-laki akan segera menyampaikan kabar kepada pihak keluarga perempuan.

Meski identik dengan istilah “kawin lari”, sebambangan tidak serta-merta dilakukan secara sembarangan.

Semua proses tetap mengikuti aturan adat yang berlaku, termasuk penyelesaian melalui musyawarah keluarga dan pemberian junjungan (semacam mas kawin adat Lampung).

BACA JUGA:Persiapan Menyambut Maulid Nabi 2025: Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

BACA JUGA:9 Tips Merawat Rambut Berwarna Agar Tidak Cepat Pudar, Tetap Sehat dan Berkilau!

Latar Belakang dan Filosofi Sebambangan

Tradisi ini muncul karena adanya keterikatan masyarakat Lampung dengan adat serta cara pandang dalam memaknai pernikahan. Filosofinya antara lain:

Simbol Keberanian: Laki-laki yang berani melakukan sebambangan dianggap mampu bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Penghormatan pada Adat: Meski terkesan melawan restu, ujung dari sebambangan tetap melalui jalur adat dengan melibatkan musyawarah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: