Pesona Lokal Mendunia! Dua Desa di Indonesia Masuk Daftar Desa Wisata Terbaik Dunia 2024

Pesona Lokal Mendunia! Dua Desa di Indonesia Masuk Daftar Desa Wisata Terbaik Dunia 2024

Desa Jatiluwih, Bali-ilustrasi-berbagai sumber

4. Desa Sayur Tra Que, Vietnam

Desa Sayur Tra Que, yang terletak tiga kilometer dari Kota Tua Hoi An, Vietnam, adalah pusat pertanian organik yang telah eksis sejak abad ke-16. Desa ini diapit oleh Sungai Co Co dan Laguna Tra Que, dengan tanah subur dan iklim sedang yang mendukung aktivitas pertanian.

Desa ini terkenal dengan sayuran organik berkualitas tinggi yang diproduksi menggunakan metode tradisional. Wisatawan yang berkunjung dapat belajar bercocok tanam, mencicipi hidangan khas berbahan sayur segar, atau sekadar menikmati suasana pedesaan yang damai.

Pengakuan Internasional atas Pariwisata Berkelanjutan

Pada tahun ini, UNWTO mengevaluasi lebih dari 260 desa dari 60 negara untuk menentukan desa-desa yang memenuhi kriteria sebagai Desa Wisata Terbaik. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga pilar utama pariwisata berkelanjutan: keadilan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian lingkungan.

Penghargaan ini menyoroti pentingnya pariwisata dalam melestarikan kawasan pedesaan, termasuk lanskap, keanekaragaman hayati, tradisi, dan kegiatan lokal seperti pertanian, perikanan, kehutanan, dan kuliner.

Agar dapat memenuhi syarat, desa-desa harus menunjukkan kekayaan sumber daya alam dan budaya, praktik inovatif, serta komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB.

Inspirasi untuk Desa-Desa Lain

Keberhasilan empat desa dari Asia Tenggara ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan potensi wisata lokal dengan prinsip berkelanjutan. Melalui penghargaan ini, UNWTO mendorong pelestarian tradisi lokal sambil memastikan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan keindahan alam, kekayaan budaya, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Desa Jatiluwih, Wukirsari, Bo Suak, dan Tra Que menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata dapat menjadi alat untuk melestarikan warisan sekaligus memajukan masyarakat pedesaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait