Gaji Rp12 Miliar Ditinggalkan, Google Tak Menarik lagi
--
Google menawarkan kompensasi yang kompetitif. Menurut dokumen laporan resmi pemerintah, penghasilan median karyawan Google mencapai USD331.894 (Rp6 miliar) pada 2024, meningkat 5% dibandingkan 2023.
Namun, startup AI menawarkan peluang finansial yang lebih besar. Menurut Business Insider, mantan karyawan Google menginginkan tantangan yang menarik serta potensi penghasilan sangat tinggi yang bisa didapat dengan bergabung di startup AI yang sedang berkembang pesat atau dengan mendirikan startup AI mereka sendiri.
Banyak Benefit Karyawan yang Dipangkas
Google telah lama menjadi tolok ukur utama bagi fasilitas istimewa di Silicon Valley, dengan memadukan gaji tinggi dan tunjangan mewah yang mengaburkan batas antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Para karyawan masih menikmati makanan gratis atau bersubsidi, perlindungan kesehatan yang komprehensif, cuti orang tua yang sangat memadai, serta program pensiun yang mumpuni.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Google secara sistematis memangkas berbagai fasilitas mewahnya demi menghemat biaya dan beroperasi secara lebih efisien. Sebagai contoh, pada 2023, perusahaan menghapus sejumlah area camilan dan pilihan makanan, sebagaimana terungkap dalam memo internal yang bocor dan dilihat oleh The Wall Street Journal.
Menurut memo yang sama, perusahaan juga menutup beberapa kafetaria pada hari-hari dengan tingkat kehadiran karyawan yang rendah di kantor. Media Internasional juga melaporkan bahwa pada tahun tersebut, Google menghentikan layanan pijat gratis bagi para karyawannya.
Seorang juru bicara Google mengatakan kepada Business Insider bulan lalu bahwa perusahaan yakin masih mampu menarik dan mempertahankan talenta-talenta terbaik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: