China Batasi Akses ke Model AI di Pasar Luar Negeri

China Batasi Akses ke Model AI di Pasar Luar Negeri

--

Radarpena.co.id - Tekno Kabar yang beredar, China mengambil pendekatan yang sama dengan AS mengenai ekspor tekologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui pembatasan model AI tercanggih ke pasar luar negeri.

Mengutip Huawei Central, Rabu, laporan terbaru menunjukkan langkah ini mungkin akan menjadi tantangan bagi para pelaku industri dari China mengingat banyak perusahaan yang berhasil meraih pangsa pasar global dengan membuka akses ke model AI mereka secara gratis.

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh Reuters yang menyebut otoritas China tengah mengadakan pertemuan dengan para raksasa teknologi di negaranya seperti Alibaba, ByteDance, dan Z.ai untuk membahas bagaimana mereka dapat membatasi akses ke model AI di pasar luar negeri.

 

Menyusul popularitas DeepSeek di pasar global pada 2025, di panggung global cukup banyak perusahaan AI asal China yang mencetak kemajuan dari sisi pengguna karena pemanfaatan AI mereka.

Model AI dari China rata-rata hemat biaya, bahkan menawarkan lebih banyak kemampuan daripada kompetitor lainnya.

Sebagai contoh ada model AI R1 dari DeepSeek pada tahun lalu. Setelah populer, model AI tersebut menciptakan persaingan ketat dengan ChatGPT milik OpenAI serta Gemini dari Google.

 

Ketika DeepSeek dapat dijangkau tanpa biaya, kedua AI asal perusahaan AS itu justru harus mewajibkan penggunanya mengakses layanan secara berbayar.

Meski berhasil menarik banyak perhatian pengguna global, Pemerintah China kini berpandangan bahwa model AI termutakhir besutan perusahaan-perusahaan China merupakan aset nasional yang perlu dikendalikan.

Informasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa China akan membatasi model AI baik yang bersifat tertutup maupun terbuka. Sementara itu, segala bentuk kebocoran atau pencurian teknologi AI akan dianggap sebagai pelanggaran berdasarkan peraturan keamanan nasional China yang ketat.

 

Meski begitu, karena masih dalam tahapan pembahasan maka hal ini belum menjadi keputusan yang pasti.

Keputusan antara China akan menerapkan aturan pembatasan ini hanya untuk model AI masa depan atau juga untuk model yang sudah ada, saat ini masih menjadi spekulasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: