AI Meta Mark Zuckerberg Bikin Patah hati

AI Meta Mark Zuckerberg Bikin Patah hati

Revolusi Ciptaan Meta tak sesuai harapan--

Radarpena.co.id - Tekno Chief Executive Officer (CEO) Meta Mark Zuckerberg mengakui laju pengembangan agen kecerdasan artifisial (AI) di perusahaannya belum berkembang secepat yang sebelumnya diharapkan para eksekutif.

Sebagaimana dilaporkan Tech Crunch pada Kamis (2/6) waktu setempat, Zuckerberg menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan internal perusahaan. 

 

Adapun agen AI sendiri merupakan sistem AI yang memiliki kemampuan untuk memahami instruksi, menyusun rencana, dan menyelesaikan tugas secara otonom atas perintah pengguna.

Menurutnya, pengembangan agen AI di Meta belum menunjukkan percepatan progres sebagaimana yang diproyeksikan sebelumnya.

BACA JUGA:Registrasi Kartu SIM Biometrik sudah Berlaku, simak manfaatnya

Pernyataan tersebut dilontarkan beberapa bulan setelah Meta melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari tenaga kerjanya.

Selain melakukan pengurangan karyawan, Meta juga memindahkan sekitar 7.000 pegawai ke berbagai divisi AI, termasuk tim yang dikenal sebagai Agent Transformation.

BACA JUGA:Spesifikasi Horor Redmi K90 Ultra: Dobrak Batas Flagship Pakai Cooling Fan Aktif, Harganya Bikin Kompetitor Ge

Dalam pertemuan tersebut, Zuckerberg juga menyinggung kebijakan pengurangan karyawan yang dilakukan perusahaan. 

Ia menilai proses restrukturisasi itu tidak berjalan sebaik yang diharapkan.

Menurut dia, langkah tersebut diambil karena para petinggi perusahaan khawatir Meta tidak bergerak cukup cepat untuk beradaptasi dengan perubahan lanskap industri teknologi yang berkembang pesat.

Zuckerberg juga menyebut manfaat yang diharapkan dari struktur organisasi baru yang berfokus pada AI belum sepenuhnya terwujud hingga saat ini.

Meski demikian, ia optimistis hasil investasi dan reorganisasi yang dilakukan perusahaan mulai menunjukkan dampak positif dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: