Fenomena Pasar Ponsel: iPhone 17 Pro Max Jadi Produk Paling Banyak Di-Tukar Tambah

Fenomena Pasar Ponsel: iPhone 17 Pro Max Jadi Produk Paling Banyak Di-Tukar Tambah

iPhone 17--

radarpena.co.id - Kejutan besar melanda pasar ponsel bekas global. iPhone 17 Pro Max tercatat menjadi perangkat yang paling sering masuk dalam program tukar tambah (trade-in), meskipun Apple baru saja merilis ponsel flagship tersebut beberapa bulan lalu.

Mengutip laporan terbaru dari SellCell via Macrumors, Jumat (20/2), iPhone 17 Pro Max menyumbang 11,5 persen dari daftar 20 besar perangkat yang paling sering ditukar tambah. Angka ini menunjukkan lonjakan tajam dari posisi 5,1 persen pada akhir November menjadi 11,5 persen di awal Februari 2026. Artinya, aktivitas penjualan kembali model ini meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam waktu tiga bulan.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 86 persen unit yang masuk pasar tukar tambah berada dalam kondisi "sangat baik" atau "baik". Hal ini membuktikan bahwa sebagian besar pemilik memutuskan untuk menjual kembali ponsel mereka dalam waktu singkat setelah pembelian.

Menariknya, dominasi iPhone 17 Pro Max ini jauh melampaui model-model lama. Sebagai perbandingan, iPhone 15 Pro Max dan iPhone 14 Pro Max masing-masing hanya menyumbang sekitar 7,3 persen di pasar tukar tambah. Sementara itu, iPhone 16 Pro Max dan iPhone 13 tertahan di kisaran 7,2 persen. Secara kumulatif, 20 model teratas kini mencakup hampir setengah dari total seluruh aktivitas tukar tambah di pasar.

BACA JUGA:Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi 2026 Online Melalui Coretax DJP

BACA JUGA:Samsung Galaxy A37 dan A57 Segera Rilis, Intip Bocoran Spesifikasinya

Analisis Harga dan Motivasi Pengguna

Biasanya, pasar ponsel bekas didominasi oleh perangkat lama karena jumlah penggunanya lebih masif dan mereka sudah memasuki siklus penggantian. Oleh sebab itu, tingginya angka penjualan kembali iPhone 17 Pro Max yang tergolong barang "gress" cukup mengagetkan para pengamat industri.

Dari sisi nilai ekonomi, iPhone 17 Pro Max tercatat mengalami penurunan harga sekitar 25,4 persen sejak peluncuran dalam periode 145 hari. Angka depresi ini ternyata lebih baik ketimbang iPhone 16 Pro Max yang harganya merosot hingga 32,5 persen dalam periode yang sama. Dengan kata lain, model terbaru ini justru lebih mampu mempertahankan nilai jualnya di mata kolektor atau calon pembeli barang bekas.

Saat ini, rata-rata harga jual kembali iPhone 17 Pro Max dengan kondisi sangat baik berkisar di angka 967,50 dolar AS atau setara Rp16,3 juta. Laporan tersebut menduga bahwa tingginya aktivitas tukar tambah ini dipicu oleh nilai jualnya yang masih tinggi. Sebagian pengguna memilih memanfaatkan momen harga tinggi ini untuk kembali mendapatkan uang tunai, baik untuk mengganti perangkat lain maupun demi memenuhi kebutuhan ekonomi mendesak.

Fenomena ini mencerminkan dinamika baru di pasar teknologi, di mana perangkat terbaru tidak lagi menjadi jaminan untuk dimiliki dalam jangka panjang, melainkan aset likuid yang siap dijual kembali kapan saja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait